BAB TUJUH

4K 392 81
                                        

"Jung,apa kau masih tidur? Keluarlah aku sudah menyiapkan sarapan." Panggil Lisa dari luar kamar Jungkook. Sejak pagi tadi gadis itu menyiapkan segala kebutuhan Jungkook untuk bekerja.

"Ya,aku sudah bangun. Kau duluan saja." Perintah Jungkook.

Lisa menggendikkan kedua bahunya dan berlalu meninggalkan kamar tersebut. Hampir setengah jam berlalu,Jungkook baru keluar dari kamarnya dengan mengenakan pakaian yang rapi. "Nanti malam aku harus pergi ke Busan,besok ada pertemuan dengan klienku disana,kau tidak usah menunggu." Sembari mengatakan hal itu Jungkook juga menyantap sarapan yang telah Lisa buat.

"Iya." Jawab singkat Lisa.

Jungkook sedikit melirik kearah Lisa,sepertinya gadis itu tengah memikirkan sesuatu. "Kau sedang memikirkan apa?"

Lisa tersentak mendengar pertanyaan Jungkook "Bolehkah aku pergi bekerja ditempatku dulu? Aku berjanji tidak lupa untuk mengurus rumah ini."

Belum sempat Jungkook menjawab,sebuah pesan masuk diponsel pria itu. Lisa sampai keheranan sendiri mengapa tiba-tiba pria itu tersenyum tidak jelas. "Jung,ada apa?"

"Tidak ada apa-apa."
"Aku mengizinkanmu untuk kembali bekerja,asalkan kau tidak lupa juga untuk mengurus segala keperluan rumah ini."

Senyuman lebar tercetak dibibir mungil Lisa. Akhirnya ia tidak akan mati kebosanan didalam rumah ini. Rumah besar ini hanya dihuni oleh Lisa dan Jungkook saja. Pembantu? Lisa sendiri yang meminta untuk tidak menggunakan jasa pembantu karena ia masih bisa mengurusi dengan sendiri. "Terima kasih Jung."

"Aku selesai. Terima kasih atas sarapannya. Aku pergi dulu." Jungkook pergi begitu saja. Tidak ada sebuah kecupan didahi gadis itu,tidak seperti aktivitas pasangan suami istri diluar sana. Lisa hanya bisa tersenyum miris. Setidaknya perkataan pedas Jungkook tidak ada yang keluar pagi ini.

"Hati-hati Jung." Ucap Lisa sembari melambaikan tangannya kepada mobil Jungkook. Pria itu hanya membalas lambaian Lisa dengan membunyikan klakson mobilnya.

Selepas kepergian Jungkook,Lisa tengah menyiapkan dirinya untuk kembali bekerja di cafe milik Taehyung. Ia pergi kesana menggunakan taksi online yang telah ia pesan.

"Lisa?! Kenapa kau datang kesini?" Tanya Hyeri keheranan. Ia menghampiri sahabatnya yang tengah tersenyum lebar didaun pintu cafe tersebut.

"Ya aku ingin bekerja. Suamiku Jungkook mengizinkanku untuk bekerja."

"Jinjja?! Ya apa kau gila? Suamimu itukan sangat kaya,kenapa harus bekerja segala. Kalau aku sih akan pergi ke salon dan pergi berbelanja barang branded lainnya."

Lisa berjalan mendului Hyeri. "Tapi sayang Hye,aku bukan wanita setipe denganmu." Balas Lisa sembari memeletkan lidahnya. "Sudahlah aku ingin bekerja dulu. Oh ya dimana Taehyung?"

"Taehyung sedang pergi keluar. Makanya aku ada disini karena disuruh olehnya untuk menjaga tempatnya ini. Menyebalkan sekali bukan" Celetuk Hyeri.

"Oh seperti itu,hm padahal aku ingin bertemu dengannya."

Hyeri memicingkan kedua matanya "Kau rindu kepada pria itukan? Oh my my my,kenapa kau tidak menikah dengan Taehyung saja sih." Goda Hyeri. Lisa menggeleng-gelengkan kepalanya "Ani,ish kau ini ya bisa saja menggoda sahabatmu ini."

Hyeri tertawa dengan memegang perutnya. "Lis,kau tahu? Tadi pagi aku bertemu dengan bocah yang kita temui dikedai Bibi Yen waktu itu. Siapa ya namanya,Eun---"

"Eunbi?" Lanjut Lisa.

"Nah iya,si Eunbi itu. Dia pergi bersama ibunya kesini. Katanya sih untuk bertemu dengan ayahnya."

[✔] UNEXPECTED Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang