Mobil Audi berwarna hitam metalic milik seorang Defta Larryence, sudah pergi jauh meninggalkan pekarangan rumah mewah orang tuanya. Mobil terbaru keluaran eropa yang baru saja ia dapatkan dari nyonya Larryence, alias neneknya sendiri saat ia berulang tahun yang ke 18, telah memasuki halaman depan sebuah restoran berkelas dan ternama di kota Bandung.
"Ini restoran nya kak? mama sama papa mana, kok gak kelihatan?" tanya Gela kepada kakak nya yang baru saja keluar dari mobil.
"Udah, gak usah tanya-tanya terus, kakak juga gak tau mama sama papa di mana. Kita masuk dulu aja ke dalem sambil cari mama sama papa."
"Gimana sihhh, kok gak tau. Yaudah ayo masuk ke dalem, capek tau berdiri di sini."
"Ihhhhh, kok jadi nyalahin kakak sihh. Kakak itu emang bener-bener gak tau dek."
"Iya iya lo tuh emang gak tau apa-apa, udah ayo masuk, capek gue berdiri terus di sini."
"Yaudah dong ayoo, bawel banget sihhh."
****Sesampainya di dalam restoran, Gela dan Defta sudah di sambut hangat oleh para pelayan restoran yang telah di pesan orang tuannya secara khusus. Orang tua Defta dan Gela juga tidak tanggung-tanggung dalam memesan ruangan tempat mereka akan makan, pelayanan yang terbaik, dan juga makanan dengan harga yang tak bisa di anggap murah.
Namun, betapa terkejutnya Gela dan juga Defta saat melihat sosok wanita yang tidak asing di mata mereka, wanita yang sangat di banggakan oleh Gela, sekaligus wanita yang paling di benci oleh Defta. Seorang wanita yang sangat berpengaruh dan juga paling di hormati dalam keluarga Larryence.
"Omaaaaaa!!! kok oma gak bilang kalok mau dateng ke sini sihhh? gimana kabar oma? kapan oma dateng? perjalanan oma dari Jerman ke Indonesia lancar kan?" sarkas Gela dan langsung memeluk wanita paruh baya yang ada di depannya saat ini.
"Haloo sayang, cucu kesayangan oma yang cantik ini. Oma kangen banget sama kamu, tanya-tanya nya nanti saja ya...sekarang waktunya kita kumpul dan makan bareng di tempat ini. Ok!!"
"Malam oma!! oma apa kabar? kok tiba-tiba ke Indonesia?" ucap Defta tak bersemangat atas kedatangan omanya.
"Kan oma udah bilang, kalok mau tanya-tanya nanti aja...gimana sihh lo, lagian kenapa kalok oma dateng ke Indonesia? lo gak suka oma dateng?"
"Bukan gitu dek, kakak kan cuma nanya?"
"Ya tapi kenapa nadanya kayak gak suka gitu kalok oma dateng?"
"Emangnya kenapa? gak boleh? ini juga bukan urusan lo, ngapain sihhh lo ngurusin hidup orang? lagian gue juga lagi gak enak badan" ucap Defta dengan suara meninggi menjawab pertannyaan adiknya.
"Kok lo malah nge-gas sihhh ngomongnya? kalok emang gak suka oma dateng yaudah. Sekarang ini kita mau kumpul bareng sama oma, jangan ungkit-ungkit lagi kekeselan lo sama oma waktu dulu di sini, gue tahu kalok kisah cinta lo yang gak di restuin sama oma itu emang nyakitin buat lo. Tapi jangan pernah dendam sama oma apalagi benci sama oma cuma karena cewek miskin yang udah jadi masa lalu lo sekarang ini!!!!"
"GELAAAA!!!! UDAH CUKUP, GAK PERLU BAHAS YANG UDAH LALU DI SINI, APALAGI KALOK LO UDAH BERANI NGEHINA MELFIA, GUE GAK TERIMA GEL....LO PIKIR MASA LALU ORANG BISA LO MAININ SEENAKNYA KAYAK GINI? APA LO GAK INGET, LO JUGA PUNYA MASA LALU YANG JAUH LEBIH MENYEDIHKAN DARI MASA LALU GUE!!!! APA PERLU GUE CERITAIN SECARA DETAIL SEKARANG INI BIAR LO INGET?"
Defta sudah tidak bisa menahan emosinya lagi, sekarang bahkan perkataannya juga tidak bisa di control oleh dirinya sendiri, terlebih apabila ada seseorang yang mengungkit kembali kisah cinta masa lalunya. Masa lalu di mana ia harus terpisah oleh orang yang sangat ia cintai karena ketidaksetujuan dari neneknya. Tanpa ia sadari, air mata sudah berjatuhan membasahi wajah cantik Gela.

KAMU SEDANG MEMBACA
Destiny ( First Time )
De TodoCerita tentang gadis SMA bernama Gelacia Anastasha Larryence, hidup dalam kesedihan setelah kepergian laki-laki yang berharga dalam hidupnya di masa lalu. Dionisius Benediktus, seseorang yang telah menjadi cinta pertamanya. Sampai pada saat di mana...