"Gel, lo masih marah sama kita. Gue minta maaf ya Gel, gue gak bermaksud ngomong kayak gitu kemarin." ucap Nova memohon maaf pada Gela, supaya Gela mau memaafkannya.
"Gel, gue tau gue salah, kita tau kita salah. Tapi jangan marah gini dong sama kita, gue gak mau sampai persahabatan kita rusak cuma karena 1 cowok." Feilla juga ikut memohon maaf pada Gela, agar persahabatan diantara mereka tidak rusak.
"Kalian gak perlu minta maaf, kalian gak salah, gue yang salah...gak seharusnya gue hancurin persahabatan kita ini cuma karna Dion. Gue minta maaf karna kemarin gue udah marah-marah sama kalian." ucap Gela yang merasa bersalah atas perlakuannya kepada kedua sahabatnya beberapa hari yang lalu.
"Gak Gel, kita juga salah kok...kita juga udah maafin lo." ucap Feilla menerima permintaan maaf dari Gela.
"Thanks ya, kalian emang sahabat terbaik gue. Kalian selalu ada buat gue, kalian selalu sabar sama kelakuan gue yang pernah beberapa kali kelewatan sama kalian, atau malah bikin kalian malu. Dan kalian juga mau dengerin semua curhatan gue."
Gela tak menyadari bahwa air matanya kini telah menetes. Perasaan dan jiwa nya kini memang belum pulih sempurna. Gela masih terus memikirkan kapten team SMA Kharisma yang menurut Gela sangat mirip dengan Dion kecilnya, ia juga masih menyesali perbuatannya kepada kedua sahabatnya.
"Sama-sama, sampai kapanpun kita bakal selalu ada buat lo Gel."
Kringg...kringg...kringg
Bel masuk sudah berbunyi, guru mata pelajaran pertama Gela juga sudah datang. Sebenarnya Gela memang tidak berniat untuk mengikuti pelajaran dan memilih untuk menenangkan dirinya diatas gedung perusahaan ayahnya atau di taman belakang sekolah. Akan tetapi guru mata pelajaran pertama Gela adalah Pak Bambang, salah satu guru yang tidak tanggung-tanggung saat memberi hukuman pada murid-muridnya. Maka dari itu Gela lebih memilih mengikuti pelajarannya dan tidak berani bolos pelajaran.
****
Di SMA yang berbeda, Dion masih terus berpikir akan sosok wanita yang ia temui saat pertandingan basket di SMA Pelita Bangsa. Ia juga masih terus memikirkan mengapa wanita itu tiba-tiba pingsan saat melihat wajahnya. Dion masih mempertanyakan pada dirinya sendiri apakah ia pernah memiliki hubungan dekat dengan wanita itu sebelumnya.
"Oyyy bro, diem aja dari tadi...mikirin cewek pasti nihh." ucap Kai pada sahabatnya yang sedang melamun. Alviano Kaizaro, ia adalah sahabat Dion sejak masih di Australia.
"Apaan sih lo, gue gak lagi mikirin cewek." ucap Dion mengelak, padahal saat ini ia sedang memikirkan seorang wanita.
"Mikirin sapa sihh lo, cewek galak yang kemarin marah-marah sama lo gara-gara lo udah nyerang kasar Rey?" tanya Hesa menebak-nebak penyebab Dion melamun. Yovian Mahesa, teman kecil Dion saat ia menduduki bangku kelas 1 SD.
"Dia itu siapa sihh Hes? wajahnya itu kayak gak asing bagi gue, apa dia pernah punya hubungan deket sama gue sebelumnya, kalok gue sebelumnya punya hubungan deket sama dia pasti gue inget wajahnya lahh, kan gue gak pernah gagar otak atau amnesia." ucap Dion yang kembali menebak-nebak.
"Jadi yang bikin lo nglamun dari tadi itu karena cewek galak itu, cewek kayak gitu aja lo pikirin sih Di." balas Kai meremehkan Dion.
"Lo masak gak tau sih Di, dia itu sahabat kecil lo yang lo tinggalin ke Australia." jawab Hesa menanggapi.
"Maksud lo sahabat kecil gue? kan lo sahabat kecil gue Hes, lo kan yang gue tinggal ke Australia pas kita kelas 4." ucap Dion masih tidak mengerti dengan perkataan Hesa.
"Lo bener-bener gak inget? apa waktu di Australia lo pernah amnesia, kecelakaan, atau gagar otak? dia itu cewek yang pernah lo ajak kenalan, cewek yang suka main boneka sama suka ngajak lo main sepeda bareng. Kita aja dulu pernah main sepeda bertiga sampe depan komplek rumah lo yang lama itu kok, masak lo gak inget sih." jelas Hesa panjang lebar agar sahabatnya itu bisa mengerti dan mengingat.

KAMU SEDANG MEMBACA
Destiny ( First Time )
De TodoCerita tentang gadis SMA bernama Gelacia Anastasha Larryence, hidup dalam kesedihan setelah kepergian laki-laki yang berharga dalam hidupnya di masa lalu. Dionisius Benediktus, seseorang yang telah menjadi cinta pertamanya. Sampai pada saat di mana...