Dua.

13 3 6
                                    

Keisha berlari ditengah hujan deras menghujam, sesekali menengok sekeliling yang tampak asing. Kakinya tak bisa berhenti seakan ia lari dari sesuatu yang ia sendiri pun tak tau. Nafasnya memburu, matanya dengan awas melihat jalan raya gelap dengan beberapa mobil kosong, ia sendirian tak ada satu manusia yang bersamanya.

"ARKA! LEO!! SEAN!!" Keisha berteriak sekencang ia bisa walaupun suaranya tertelan derasnya hujan berharap ada yang bersamanya sekarang. Tak ada sahutan dari siapa pun, ia benar-benar sendirian kini Keisha mulai diselimuti rasa takut. Ia terus berlari berharap akan bertemu seseorang yang membantunya. Hujan mulai mereda angin juga tak sederas tadi Keisha mulai memperlambat langkahnya dan memeluk dirinya sendiri karena kedinginan.

"LEO!! ARKA!!" Nama mereka yang terus Keisha panggil, berharap mereka ada dalam keadaan ini dan ada bersamanya namun tetap saja hasilnya nihil sudah hampir satu jam ia terus memanggil sahabatnya yang tak kunjung ada, sungguh ia benar-benar takut sekarang. Keisha ingin beristirahat tapi kakinya terus berjalan walaupun tertatih-tatih karena lelah. Dari kejauhan Keisha melihat ada cahaya lampu jalan yang hidup, satu-satunya lampu jalan yang menyala terang, satu-satunya cahaya. Dengan sedikit berlari ia menghampiri cahaya itu dan...
Bayangan? Bayangan seseorang tengah berdiri dibawah lampu jalan itu.

Keisha yang tadinya semangat berlari kini malah ragu melangkah, takut-takut itu bukan sahabatnya dan malah orang jahat yang tengah menunggunya. Keisha bingung harus bagaimana sekarang, keadaannya semakin memburuk ketika ia menengok kebelakang sudah tak ada lagi jalan yang ia lewati. Sebenarnya dia dimana?! Apa ini perjalanan dunia lain? Apa dia sedang di dimensi lain? Keisya tak tahu! Benar-benar tak tahu sekarang harus berbuat apa-- dia benar-benar terjebak!
Kakinya membeku seketika matanya tak sengaja bertemu dengan mata tajam gelap yang ada disebrang, mata seseorang yang tengah berdiri dibawah lampu jalan. Cepat-cepat Keisha mengalihkan pandangan dan dengan cepat ia meloncat ke semak-semak yang ada di dekatnya. Siapa yang tahu bagaimana orang yang dicahayai lampu jalan itu, bisa saja dia adalah orang yang kejam. Yang Keisha tahu dari bayangannya adalah postur tubuh tinggi semampai dan terlihat tegas, ditambah tatapan matanya yang tajam. Keisha semakin yakin itu adalah seorang pria.

"Komm raus!" Suara parau nan berat itu terasa sangat dekat, suara yang tak mungkin ia dengar dari jarak 3 meter serta bahasa yang diucapkan sangat asing ditelinga Keisha membuatnya semakin yakin bahwa ia sedang ada diperjalanan dimensi lain atau hanya mimpi belaka. Tapi tetap saja ia takut sampai badannya bergetar hebat ia merasa terpojok sekarang entah harus berbuat apa.

"Hey Mädchen! Komm raus!" Bentak laki-laki itu dengan bahasa asing yang Keisha sungguh tak mengerti.

Tiba-tiba ada tangan yang menarik rambutnya kuat sampai-sampai rasanya badan Keisha juga terangkat dan dibawanya keluar dari semak-semak. Sakit dan takut luar biasa ia rasakan namun ia hanya bisa pasrah dan terus memanjatkan doa pada sang Tuhan, berharap ada yang menolongnya atau jika ini mimpi ia ingin sekali terbangun saat ini juga.
Merasakan jambakan dirambutnya telah terlepas dan kakinya kembali menapak tanah Keisha dengan perlahan membuka matanya. Rasa penasaran menaklukan rasa takut yang amat sangat.

"Sean?" Gumam Keisha pelan tak percaya, itu adalah sahabatnya-- sahabatnya yang selalu baik padanya dan yang selalu melindunginya, kini menjadi jahat sampai matanya hitam gelap dan padangannya setajam ujung pedang.

"Pribumi! Cih! Menjijikkan tanganku menyentuhmu!" Umpat laki-laki itu meludah tepat diwajah Keisha yang tentu saja terkejut akan perlakuan sahabatnya. Sungguh keterlaluan.

"Lo apaan sih!" Sentak Keisha mengelap wajahnya yang penuh ludah dari sahabatnya. Tidak! Sean bukan sahabatnya lagi! Ini keterlaluan!

"Berani kau membentakku!" Laki-laki itu mencengkram dagu Keisha dengan erat, kukunya yang tajam dengan perlahan menggores dagu Keisha sampai setetes darah mengalir.
"Pribumi sialan!!" Bentaknya dan mendorong keras Keisha pada ruang gelap yang kosong.

TRAuMERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang