Untuk pertama kalinya selama setahun memasuki sekolah menengah atas, Keisha ijin tak masuk karena sakit. Badannya panas, menggigil dan ada luka dilututnya. Mama nya pun tak habis pikir apa yang terjadi pada anak satu-satunya ini, sedih saat tau Keisha beda dari yang lain, penyakit mental yang semakin menjadi.
"Keisha minum obat dulu ya?" Tanya Mamahnya lembut sambil mengusap kepala Keisha. Namun Keisha hanya menggelengkan kepalanya lemas.
"Jangan gitu dong, kan Keisha jarang sakit ini tiba-tiba sakit loh, Mama khawatir--Keisha seneng bikin Mama khawatir?"
Keisha hanya tersenyum tipis dan mulai mendudukkan badannya untuk makan dan minum obat. Keisha tak ingin buat Mamanya khawatir, dan tak ingin pula mendapatkan ocehan di saat kepala pusing.
"Mah, semalam Sean nolongin aku." Ucap Keisha disaat suapan ke dua.
Sekali lagi Mamanya hanya bisa melihat sedih Keisha dan menarik nafas dalam-dalam.
"Kei, kan udah Mama bilang, jangan bahas itu ke Mama. Entar Mama takut ke kamar mandi gimana?" Katanya pura-pura sebal.
Keisha hanya tertawa tipis mendengar ucapan Mama nya yang sama dengan Arka, sungguh penakut.
"Mama beneran takut? Padahal Sean baik loh."
"Kalo baik tapi kamu doang yang liat kan Mama jadi takut." Mamanya bergidik ngeri, sengaja agar Keisha tertawa walau sedikit.
Setelah beberapa suapan dan candaan ringan yang saling dilempar, Keisha merasa sedikit lebih baik. Namun tetap minum obat dan istirahat. Mama nya sudah turun ke bawah, memberi ruang Keisha untuk istirahat kembali.
Ketika diam, ia teringat dengan Sean, dan juga bingung sebenarnya. Apa maksud temannya yang satu itu? Beberapa waktu lalu dia menyakitinya namun sekarang malah menolongnya? Aneh.
"Ekhem!"
Sungguh suara deheman itu mengagetkan Keisha yang sedang melamun."Kamu memikirkan Sean terus, Jadi Sean merasa terpanggil." Ucapnya tanpa menoleh pada Keisha.
"Sejak kapan lo disitu?!" Keisha masih kaget. Yang didepannya adalah teman hantunya yang baik, bukan yang jahat.
"Itu bukan aku, Kei," ungkap Sean, menatap mata manusia cantik di depannya.
"Mana mungkin aku melakukan hal yang kasar padamu. Kamu manusia yang aku kagumi," Lanjutnya mengambil tangan Keisha untuk digenggam. Berharap, temannya percaya dan memaafkan.
Keisha menarik tangannya pelan, lalu menggerakkan tangannya untuk berbicara bahasa isyarat pada Sean.
"Aku percaya sama kamu," Senyum Keisha lembut, ia percaya pada sahabatnya.
"Tapi aku masih takut sesuatu terjadi." Lanjutnya dengan helaan nafas berat.
"Yang terpenting sekarang, kamu istirahat dulu. Aku sendiri yang akan menjagamu." Titah Sean dengan senyuman hangatnya. Tentu saja hanya Keisha yang bisa melihatnya.
Keisha mengangguk patuh, lalu mulai merebahkan badannya dengan nyaman.. dan mata yang sayup-sayup terpejam. Ia pun terlelap.
Melihat itu Sean kembali tersenyum lebar, saat sakit pun Keisha terlihat cantik dengan bibir pucatnya itu. - batin Sean.
"Dasar mesum! Melihat wanita yang tengah tertidur dengan senyuman seperti itu. Cih!" Celetuk suara itu yang langsung membuat Sean mengerti.
"Ternyata Keano si pengecut." Balas Sean tanpa menoleh, membuat Keano semakin geram.
"der jüngere Bruder Keano und Seano! Kita sangat agung dulu. Tapi karena wanita itu! Kita mati konyol! Cih!" Ucapnya kasar dengan menunjuk Keisha yang tengah terbaring nyenyak.
*der jüngere Bruder Keano und Seano
= Sang Kakak beradik Keano dan Seano."Pergi dari sini!" Perintah Seano dengan nada tegas.
"Walau 10 tahun tak bertemu kau masih saja angkuh. Pasti untuk menutupi rasa takutmu bukan. Siapa disini yang lebih pengecut Lord Seano?" Balasnya dengan pedas yang menyulut emosi Seano.
*Lord = Tuan
Dengan cepat Seano berdiri dan membawa Keano keluar rumah Kesiha.
"Pergi dari sini dan jangan pernah ganggu temanku! Atau aku akan membawamu bersama Vater. Kau pasti merindukannya bukan?" Sean mencengkram kerah baju lusuh Keano dengan keras dan mengancamnya dengan halus.
*Vater = Ayah
"Tidak malu dilihat hantu menjijikan seperti mereka? Bertengakar di rumah manusia." Keano memalingkan wajahnya lalu membuang ludah.
Sial! dia meremehkan ancamanku -batin Sean dengan kesal.
"Bukankah kau sama dengan mereka? Hantu menjijikan yang penuh dendam!" Cengkraman Sean semakin kuat hingga membuat Keano gusar lalu menghilang.
Sean menghembuskan nafas nya keras, kapan ia bisa menyadarkan adiknya yang keras kepala itu dan membawanya ke tempat yang seharusnya.
Tapi yang terpenting sekarang Keisha tengah terlelap dengan aman tanpa harus ada gangguan dari Keano.****
"Tante, gimana keadaan Keisha?" Kesokan pagi nya, Leo menjenguk Keisha sebelum ia berangkat sekolah dengan membawa strawberry kesukaan Keisha.
"Semalem tidurnya nyenyak, setelah 3 hari dia gak bisa tidur. Besok mungkin dia sekolah Yo." Kata Mamah sambil menyuguhkan sepiring roti selai kacang pada Leo.
"Ngapain besok sekolah? Sekarang udah bisa kelues." Celetuk gadis rambut ikal yang baru saja turun dari tangga dengan riang.
"Kamu udah gapapa?" Mama terkejut saat melihat anaknya sudah sehat wal afiat sekarang.
"Udah sehat kok Mah. Woah Leo bawa strawberry.. hm.. co cwit bingit sih." Keisha menyubit pipi Leo pelan. Terlalu senang karena dapat strawberry.
"Beneran mau sekolah?" Tanya Leo.
"Yaiyalah! Liat nih udah pake seragam." Keisha melahap 2 buah strawberry sekaligus.
"Yaudah syukur kalo gitu." Leo tersenyum hangat dan dengan jahilnya ia mengacak-acak rambut Keisha. Tentu saja hal itu membuat Keisha mendengus.
"Tante kita berangkat dulu ya." Pamit Leo mencium punggung tangan Mama Keisha.
"Awku ugah mah." Keisha berkata tak jelas karena mulutnya penuh dengan strawberry. Kelakuan anaknya itu memang suka membuatnya pun geleng-geleng kepala.
Semoga Keisha dapat bahagia dengan dunianya sendiri, hanya takut kehilangan dirinya yang tengah tersenyum lebar sendirian sekarang.
Batin Mamanya dengan perasaan campur aduk.🍭🍭🍭
I'm really sorry guys! It's been while huh?
Banyak urusan nyata yang harus diurus sebentar. Hehe.
Happy reading yaa❤️👉👈Ps : Ku kasih bonus foto Keisha deh hehe. Semoga suka sama RL nya ya.🥺
#SalamLolipop

KAMU SEDANG MEMBACA
TRAuMER
FantasiKeisha sedari kecil merasa mempunyai banyak teman dan tiga orang teman spesialnya. Mereka bertemu saat mereka duduk dibangku sekolah dasar. Berteman sampai dewasa. Semakin dewasa semakin lama mereka tumbuh bersama, semakin dewasa pula perasaan merek...