Missing You

1.3K 106 26
                                        

Naruto milik Masashi Kishimoto
Story by v-zrin8
️⚠️ Prohibited Plagiarism ⚠️
(Dilarang Plagiat)


••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Warning Adult Area / NC 18+ / Sadist

Happy Reading

••

"Pastikan tekanan darahnya tetap stabil," teriak Dokter spesialis bedah yang kini menangani Naruto. Setelah proses kelahiran anaknya selesai, Naruto tiba-tiba saja ambruk karena lukanya yang menganga dan terlalu kehilangan banyak darah. Tekanan darahnya-pun ikut menurun dan membuatnya dalam keadaan kritis.

"Kau bukan orang lemah, kawan! Cepat kembali sadar dan temui anak istrimu," Dia adalah Kabuto, dokter yang kini menangani Naruto.

Hinata masih terbaring lemah diatas ranjangnya. Tubuhnya terpasang berbagai alat medis untuk menopang hidupnya. Hinata sempat mengalami kritis setelah melahirkan anak kembarnya. Hinata kehilangan banyak darah dan kondisinya menurun sangat drastis. Beruntung, Tuhan masih memberikan belas kasihnya dan juga para dokter yang setia membantunya.

Kedua anaknya terlahir dengan selamat, meski mereka harus mendapatkan perawatan khusus. Mereka menjalani perawatan intensif di ruang NICU hingga organ dalam tubuh mereka berkembang sempurna dan kondisi bayi stabil tanpa ditopang oleh perawatan rumah sakit.

Beberapa Capo dan anggota lainnya berjaga disetiap ruangan, baik ruang rawat Naruto, ruang rawat Hinata, bahkan di ruangan bayi sekalipun. Mereka hanya tidak ingin terjadi sesuatu hal yang buruk kedepannya. Bagaimanapun, sosok Naruto dimata mereka adalah seorang penyelamat yang membantu mereka hidup, meski Naruto adalah sosok yang sangat keras.

"Kylie, apa Hinata akan baik-baik saja? Bagaimana dengan kedua keponakanku?" tanya Pain yang setia berjaga di ruangan Hinata, Dia hanya menggantikan posisi Naruto menunggu Hinata sementara hingga Naruto sadar.

"Dia berhasil melewati masa kritisnya, berdo'alah agar Dia bisa segera sadar. Dan untuk si kembar, masih membutuhkan waktu yang cukup lama agar mereka stabil."

"Syukurlah," Pain bernafas lega, setidaknya kedua adiknya ini mampu berjuang dan berharap keadaannya akan menjadi lebih baik setelah ini.

Pain kemudian berjalan keluar menuju ruangan Naruto, Dia ingin melihat bagaimana keadaanya adiknya. Naruto memang sangat keras kepala demi orang tercintanya, Dia tak akan peduli meski Dia harus mati.

"Dasar keras kepala," Pain menyentil dahi Naruto. "Kau lihat, akhirnya Kau benar-benar tumbang bukan?" Pain sedikit tertawa mengingat sikap keras kepala Naruto, adiknya ini memang susah diatur. Pain bukanlah Kakak kandung Naruto, lebih tepatnya sepupu. Hanya saja, kedua orang tua Pain sudah tiada dan Naruto begitu dekat dengan Pain hingga terlihat seperti saudara kandung bagi mereka yang tidak mengetahuinya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 03, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

MafiosoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang