Hari-hari Catleen tak pernah sama lagi. Pun sama halnya dengan Dewa. Tetapi pria itu setidaknya masih bisa menghindari para wartawan daripada Catleen. Seharian ini saja Catleen harus menghadapi puluhan wartawan yang entah sejak jam berapa sudah nangkring di depan rumah mereka. Saat Catleen berangkat kerja pun mereka sudah ada di lokasi lengkap dengan kameranya masing-masing.
Catleen jadi merasa iri pada Dewa yang masih bisa bekerja dengan tenang karena seisi gedungnya dipenuhi security. Berbeda dengan tempat Catleen bekerja. Mau tidak mau dirinya harus menghadapi berbagai pertanyaan yang terus menerus dilontarkan kepadanya. Sampai-sampai Catleen rasa dirinya bisa gila.
Tidak pernah terpikirkan bahwa Catleen akan merasakan hal yang seperti ini sepanjang hidupnya. Oke, Catleen memang bercita-cita ingin menjadi supermodel yang sudah pasti juga akan dikelilingi wartawan. Tetapi ini beda cerita, ia diikuti kemanapun karena gossip murahan dan spekulasi netizen belaka. Bukan karena prestasi!
"Gue mau pulang anjir!". Gerutu Catleen yang kemudian menendang tumpukan sepatu tidak jauh dari tempatnya duduk.
"Lo masuk dalam handbag gue aja Cat". Gurau Adisty sambil tertawa kencang. Mendengar itu Catleen makin meringis tidak karuan. Dia benar-benar terkurung di ruang ganti sekarang. Para wartawan itu tidak kunjung menyerah.
"Gue heran mereka tuh nungguin gue buat jawab apaan coba? Buat apa mereka tanyain pertanyaan yang nggak bermutu kaya 'bagaimana perasaannya saat mengetahui Jane merilis lagu yang liriknya diduga untuk suami anda?' Sumpah pengen banget gue teriakin depan muka orangnya 'Gue marah ya anj*ng!". Curhat Catleen pada Adisty yang sedang duduk dilantai di depannya.
Adisty paham betul sahabatnya yang satu ini bukan tipikal wanita yang adem ayem dan tenang dalam menghadapi masalah. Jadi sudah pasti di situasi yang memuakkan seperti sekarang, wanita itu jelas frustasi. Tapi memang aneh wartawan di negara ini, kenapa suka sekali meliput masalah rumah tangga orang lain? bahkan bersemangat membuat rumor yang tidak karuan hanya untuk dijadikan berita utama? memangnya negara ini kekurangan masalah kah? Adisty rasa tidak, karena masalah negara ini saja tebalnya sudah seperti buku kamus 900 milyar.
"Mereka nggak akan berhenti ngikutin lo sebelum mereka beneran dapet jawaban dari lo". Ucap Adisty,
Catleen menghela nafas jengah. "Ngapain gue jawabin coba pertanyaan kaya gitu? Ladenin tuh cewek beserta rumor-rumor ini tuh sama aja kaya gue dengan sengaja menurunkan level diri gue sendiri kan?".
Adisty mengangguk membenarkan. "Ya kalau lo nggak mau jawabin mereka, ya berarti lo yang harus tahan-tahan mental buat menghadapi situasi ini Cat. Karena lo pasti akan menghadapi ini selama suami lo itu adalah CEO SDR"
Raut wajah Catleen jadi menyendu. Mendampingi Dewa ternyata sangat tidak mudah. Catleen jadi merasa seluruh masa kehidupannya yang tenang dan tentram seketika hilang tinggal cerita.
"Mba Catleen, suami ibu udah jemput". Suara Reni yang merupakan hair stylist Catleen hari ini tiba-tiba membuat Catleen merasa kaget luar biasa.
"Suami saya? Jemput?". Tanya Catleen tidak percaya. Reni langsung mengangguk karena memang pria tampan yang sedang jadi berita dimana-mana itu ada di depan menunggu istrinya.
"Lo minta dijemput Dewa?". Tanya Adisty.
"Nggak, gue bawa mobil sendiri hari ini. Lagian dia bilang ada rapat sama investor sampai sore". Jawab Catleen heran.
"Cepet keluar gih, mumpung ada Dewa tuh siapa tahu lo bisa kabur dari gerombolan zombie itu". Ungkap Adisty yang langsung diiyakan oleh Catleen.
Dengan cepat Catleen menyambar handbag DIOR miliknya yang tergeletak diatas meja dan berlari keluar menemui Dewa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hard For Me | kaistal
Fanfiction[SEQUEL TEARS] "We will either win together or we will lose together" Pernikahan tidak menjadikan segalanya selalu mudah dan indah. Pernikahan tidak pernah menjanjikan kedua hal tersebut. Namun pernikahan adalah jalan untuk belajar mewujudkan...
