4. Gossip as Always

261 47 6
                                        

Semenjak memutuskan untuk menikah, Catleen memang sengaja keluar dari agency milik Aunty Rossie. Tentu saja alasannya karena Catleen harus ikut menetap di Jakarta bersama Dewa. Sangat tidak mungkin ia berada jauh dari suaminya sendiri usai menikah, lagi pula mereka juga sudah cukup lama LDR-an.

Saat ini kesibukkan Catleen memang tidak banyak. Namun, ia masih menekuni bidang modelling bahkan sesekali menjadi pembicara untuk beberapa acara fashion di televisi. Catleen juga masih aktif berjalan di runaway, hanya saja tidak sesering dahulu.

Dan satu bulan terakhir, Catleen mendapat tawaran untuk bergabung di sebuah agency baru di Jakarta. Agency-nya memang bukan agency besar seperti yang di miliki oleh Aunty Rossie di Chicago tetapi dari penilaian Catleen sendiri agency-nya cukup bagus dan maju.

Atas persetujuan Dewa pula, Catleen akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran tersebut. Lagi pula, ia juga tidak bisa cuma berdiam diri di rumah menjadi ibu rumah tangga. Lain halnya kalau Catleen sudah hamil. Mungkin kalau itu ia pasti akan benar-benar fokus pada kehamilannya.

Pagi ini Catleen ada jadwal pemotretan untuk sebuah majalah wanita. Dan karena sudah beberapa hari ini ia dan Dewa berbaikan jadilah suaminya tersebut yang mengantarkannya langsung ke lokasi.

“Kamu serius kan pemotretannya nggak bareng cowok?”. Tanya Dewa memastikan. Wajahnya tampak serius sekaligus cemas.

“Ngapain juga aku bohong?!”. Jawab Catleen dengan nada nyolot. Pasalnya, Dewa sudah menanyakan hal itu tiga kali.

“Nanti pulangnya hubungin Mang Deno ya by, maaf aku nggak bisa jemput”. Tutur Dewa.

Catleen mengangguk. “Iya tenang aja, aku bukan anak SD yang kudu di antar jemput mulu baby”.

Dewa terkekeh pelan kemudian mengusap lembut rambut Catleen yang panjang. “Aku kalau lihat kamu dandan maksimal kaya begini bawaannya jadi malas kerja tahu nggak?”.

Catleen langsung tersedak tawanya sendiri. “Ada-ada aja kamu ya. Kalau gitu yaudah nggak usah masuk kerja aja, temenin aku pemotretan gimana?”. Tantang Catleen—ia tahu persis pasti Dewa tidak akan mau meninggalkan pekerjaannya itu.

“Pengennya gitu tapi aku nggak bisa bolos rapat pagi ini baby”. Jujur Dewa.

“Kamu tuh boss-nya tapi terkekangnya melebihi yang cuman karyawan tahu nggak?”. Gerutu Catleen.

Heran. Sejak menikah rasa-rasanya topik pekerjaan Dewa inilah yang sering bikin Catleen sensian.

“Maafin aku ya by”. Ucap Dewa seperti biasa dengan wajah ibanya.

Catleen menghela nafas berat. Kalau sudah melihat muka Dewa seperti itu, amarah yang tadinya mencuat kemana-mana langsung padam kaya bara api tersiram air.

“Iya-iya, aku turun dulu ya. Kamu hati-hati berangkat kerjanya!”. Seru Catleen seraya membuka pintu mobil.

Namun, belum sempat Catleen membuka pintu tersebut tangannya langsung di tarik oleh Dewa hingga tubuhnya cukup menempel pada cowok tersebut.

“Baby kamu apa-apaan sih?”. Seru Catleen kesal karena ia terkejut sekali dengan aksi Dewa itu.

Dewa hanya diam sembari menarik wajah Catleen hingga cewek itu benar-benar menghadap ke arahnya.

Dan dalam waktu kurang dari dua detik, bibir cowok itu sudah melekat sempurna pada bibir Catleen.

Rasanya masih sama seperti dahulu, bibir Catleen selalu menjadi candu baginya. Rasa manis yang selalu ia rindukan dari bibir lembut nan mungil tersebut.

Hard For Me |  kaistalCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang