vote dulu sebelum baca :)
happy reading!
.
.
.
Hari ini adalah hari sabtu, sekarang Nata sedang membantu tantenya membuat kue. Hal itu sudah biasa bagi Nata karena setiap seminggu sekali entah hari sabtu atau minggu. Tantenya akan mengunjungi Geral dan Nata entah itu sekedar memasakkan makanan atau hanya mengecek keberadaan mereka, kebanyakan sih Tante mereka melakukan keduanya.
"Tan, ini kue nya udah belum?" tanya Nata sambil melihat dari luar oven.
"Dikit lagi Nat, sabar elahh" jawabnya.
"Nata udah gak sabar, udah laper baunya juga udah harum banget"
"Bentar yahh, sepuluh menit lagi"
"Oke. Tan? kok Deven gak ikut? biasanya ikut" (Deven adalah anak tunggal dari tantenya)
"Lagi jalan jalan sama ayahnya"
"Owhh. Tan, nanti kapan-kapan kalau aku pulang sekolah aku ke rumah Tante yahh"
"Ngomongnya selalu gitu, tapi gak pernah dateng" ucap Tantenya sambil mengeluarkan kue dari dalam oven.
"Hehe, lupa Tan. Lagi pula Nata kan udah SMA jadi banyak tugas deh" ucapnya sambil mengambil piring.
"Iya,dateng aja. Pintu Rumah Tante selalu terbuka lebar untuk kamu dan Geral" ucap Tantenya sambil memotong kue itu dan menaruh di piring Nata,dengan senang hati Nata menerima dan menyantapnya.
"Enak banget Tan. Nata kalau dah lulus kuliah, Nata mau bikin bisnis kue aja deh terus resepnya minta dari Tante" puji Nata, dan tertawa pelan.
Tantenya tertawa mendengar ucapan Nata"Enakk aja, ambil resep Tante. Belajar sendiri kalau mau buat bisnis kue"
"Gak mau ahh, maless. Nanti aja pikirnya,Nata mau ngabisini dulu kue yang enak ini" ucapnya dan kembali memakan kue itu.
"Kakak mu mana Nat? kok gak keliatan? biasanya udah bicara sendiri sama motornya terus di cuci"
"Gak tau, tidur kali. Kan dianya kebo"
"Ngomongin gue?" ucap Geral yang ternyata sudah di ambang pintu dapur.
Nata pun kaget mendengar suara Geral dan hanya cengar cengir.
"Apa lo bilang tadi? Gue kebo? gak kebalik hm?" ucap Geral kini sudah di samping Nata.
"Ahhh gakk kok, salah denger kali"
"Bo'ongnya ketauan" ucap Geral lalu menggelitik Nata yang sedang makan. Nata pun tersentak dan mulai meronta agar Geral berhenti.
"Kak stopp stopppp geliii" Nata meronta berusaha melepaskan diri.
"Ngaku dulu, lo ngomongin gue kan" ucap Geral masih menggelitik Nata.
"I-iya gue ngaku. Berhenti dong ahh, geliii!"
Geral berhenti, lalu beralih memakan kue yang berada di piring Nata.
"Ihhhh, itu punya gue" Nata hendak mengambil kembali piringnya namun Geral dengan cepat menjauhkan piring itu.
"Ambil sendiri kek" ketus Nata.
"Mau gue gelitik lagi?" Ancam Geral.
"Bundaaaaaaa" teriak seorang anak kecil yang berlari kearah tante Nata.
Mereka pun terkejut melihat kedatangan Deven dan Ayahnya. Nata pun langsung mendekat ke arah tantenya yang tengah memeluk Deven.
Geral pun mendekat ke arah Tantenya dan Nata lalu merangkul kedua orang itu. Geral selalu begitu ketika Om nya datang, tujuannya untuk membuat Om nya cemburu.
KAMU SEDANG MEMBACA
"SIMPLE WOMAN"
Roman pour Adolescents"Selalu terlihat bahagia bukan berarti hidup tidak memiliki masalah" "
