2 -

28 15 1
                                        

.
.
.

Hari ini adalah hari ke dua Nata di SMA Galaksi dan banyak pasang mata melihatnya saat berjalan di koridor, Nata hanya berjalan sambil menunduk karena banyak cibiran dari mereka.

"Ehh dia kan yang kemarin.yang jalan sama ka Geral"

"Ehh iya ya,kenapa dia sendirian?pacarnya ninggalin?"

"Ternyata dia baru kelas sepuluh loh,tapi udah lengket aja sama ka Geral, kita aja yang udah setahun disini susah buat deket sama ka Geral jangankan dekat,dia kenal gue aja kagak. tapi dia?gampang banget deketnya"

"Tau tuh, kasih pelet kali"

Nata yang mendengar itu pun langsung geram sendiri, bagaimana tidak siswi yang mengatai dirinya cepet banget deket sama Geral,yah gimana gak deket gue adeknya. Goblok dipelihara.

Nata semakin mempercepat langkahnya untuk tiba di tangga menuju lantai dua.

"Kok kayak lama banget nyampenya sihhh" gerutu Nata dalam hati.

Nata semakin kesal dengan tangan di kepal,karena masih banyak siswa yang mengatai dirinya.

Bughhh

Brukkkkkkk

Awww!!

Hahahahhaha

Karena saking kesalnya Nata pada mereka,sampai-sampai dia tidak sengaja menabrak seseorang dan dirinya terpantul hingga menabrak tong sampah. Nata semakin kesal,malu,dan sakit karena harus ditertawai orang-orang dan jatuh ke lantai. Sampah sampah berserakkan dan mengeluarkan aroma yang sangat harum. ehh sangat bau maksudnya.

"Sialann, lo jalan pake mata gak sih" ketus Nata dan berusaha berdiri sambil membersihkan bajunya.

"Jalan pake kaki bukan mata" balas orang itu.

"Ohyahhh, pantas lo sambar gue. lo nya jalan pake kaki gak pake ma--" Nata tidak melanjutkan kata-katanya ketika dia melihat siapa orang yang di depannya.
"Ehh, Bapak ternyataaa hehe..siapa sih pak namanya? saya lupa. aduh siapa yahh.. ahhhhhhh iya pak Toni kan,iya iya saya ingat" ucap Nata ketika menyadari kalau yang disambar tadi adalah pak toni guru BK di sekolahnya. Nata mengucapkan sambil menggerutu karena takut.

"Apa yang barusan kamu bilang ke saya?" ucap pak Toni datar.

"Emang saya ngomong apa yah tadi pak? saya lupa hehe" ucap Nata dengan cengirannya dan menutupi rasa takutnya.

"Kamu bersihin sampah-sampah itu dan ikut saya. SEKARANG!" ucap pak Toni tegas. "Kalian juga, masuk sana udah mau masuk jam pertama" ucap pak Toni pada murid-murid yang masih berada di koridor.

"Aduhh pak, gimana kalau nanti panggilnya pas istirahat. saya kan baru kelas sepuluh pak masa saya harus terlambat sih pak." ucap Nata memohon.

"Tidak boleh kamu harus ikut saya" tegas pak Toni lagi.

"Pak jangan gitu dong pak, saya anak yatim piatu. Saya hanya punya kakak saya dia juga masih sekolah. Masa saya harus ngerepotin kakak saya pak? janganlah pak. Istirahat deh saya bakal nemuin bapak kalau saya ingat. tapi kalo sekarang jangan dulu deh pak" Nata memohon sekali lagi.

"Baiklah, istirahat saya tunggu kamu di ruang BK. kalau kamu nggak datang lihat saja nanti." ucap pak Toni dan langsung meninggalkan Nata. Nata pun kegirangan karena berhasil lolos dari guru killer itu.

Nata melanjutkan jalannya menuju kelasnya yang berada di lantai dua.

Saat tiba di depan kelas nata melihat keadaan di dalamnya, dan sialnya guru sudah masuk didalam. dan kata ka Geral guru ini adalah guru fisika killer,terbawel dan kata-katanya terpedas kayak sambal. guru itu bernama Ibu Ani. Dia mengajar fisika di kelas sepuluh dan dua belas.

"SIMPLE WOMAN"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang