"Raul, saya ingin ketemu anak saya. Dimana mereka!" Ucap orang itu dengan nada tinggi.
"Saya tidak akan memberi tau dimana mereka. Meskipun anda mendapatkan mereka, tetap saja mereka tidak akan mengenal anda!" balas Raul.
"Jangan anda mencampuri urusan keluarga saya. Mereka anak-anak saya,jadi saya berhak mengetahui dimana mereka!" orang itu mulai bersuara keras,hingga istrinya menahan suaminya agar tidak menjadi keributan.
"Kemana saja anda selama ini Tuan Haris Pratama ? saat anak kedua anda lahir, anda malah membiarkannya di rumah sakit ? anak pertama anda juga, anda telantarkan. kenapa baru sekarang anda mencari mereka?!" Ucap Raul santai tapi tegas.
***
"Shitttt!" Geral menjambak rambutnya saat mengingat apa yang dikatakan Raul saat pulang dari makam.
"Kenapa lo ral? ke inget lagi?" tanya Rangga.
"Gue bingung mau ngapain lagi sekarang." ucap Geral.
"Tenang aja , kita pasti bantuin elo kok". ucap Alex menyemangati.
"Sekarang mending elo pulang dulu deh ral, nanti pekerjaan elo, gue sama yang lain kerjain. Tenangin dulu pikiran lo" sambung Alex.
"Makasih yah, kalian selalu ada buat gue. Gue duluan. skali lagi makasih" ucap Geral lalu beranjak dari tempat kerjanya.
~~~
Geral melajukan motornya menuju rumah, pikirannya sedang kalang kabut. Hampir saja dia menabrak orang-orang yang berada di pinggiran jalan dan juga hampir menabrak kendaraan lain.
Setelah sampai dirumah, Geral langsung masuk lalu menuju ke kamarnya tapi langkahnya terhenti saat mendengar percakapan di dapur yang terdengar sangat asik. Karena penasaran, dia pun menuju dapur untuk melihat siapa yang sedang membuat keributan di sana.
Di dapur ternyata ada Nata dan Citra teman Nata yang sedang membuat kue. Karena terlalu asik mereka sampai tidak sadar kalau Geral sedang memperhatikan mereka.
"Ekhemmm. Malam Nat" Geralpun bersuara.
"Ehh, malam ka. udah pulang?" Nata terkejut saat mendengar suara Geral, begitupun Citra yang tampaknya juga terkejut.
"Lagi ngapain?" tanya Geral.
"Lagi buat kue. Cobain deh kak" tawar Nata.
"Nanti aja, gue mau mandi dulu. Jangan terlalu berisik, udah mau malam. Gak enak sama tetangga" ucap Geral memperingati.
"Hehe, iya kak maap. Yaudah mandi sono. bau tai lu" ledek Nata sedangkan Geral langsung pergi darisana.
"Eh Nat, Lo cuma tinggal berdua sama kakak lo?" tanya Citra.
"Iya. Kenapa?" tanya Nata balik.
"Enggak. Orangtua kalian dimana? gak tinggal bareng?" tanya Citra.
"Orangtua kita udah gak ada Cit." jelas Nata, wajahnya pun berubah menjadi murung.
"Ehh maaf Nat, gue gak tau." Ucap Citra sambil memegang bahu Nata.
"Gakpapa kok. Gue ngerti, karena gue belum bilang sama lo" balas Nata.
"Maafin yah Nat, gue jadi ngerasa bersalah deh" ucap Citra penuh penyesalan.
"Udahh tenang aja. Kita duduk di ruang tamu yuk" ajak Nata,dan diangguki oleh Citra.
Mereka bercerita,dan tertawa sampai mereka tidak sadar bahwa malam semakin larut.
Jam sudah menunjukkan pukul 9, tapi mereka berdua masih larut dalam pembicaraan hingga dering hp Citra mengalihkan pembicaraan mereka.
mom is calling....
"Bentar Nat, mama gue nelpon" ucap Citra lalu beranjak keluar rumah untuk mengangkat telpon.
Saat masuk kembali masuk ke dalam rumah, raut wajah Citra berubah panik sambil memegang hp-nya.
"Kenapa Cit?" tanya Nata.
"Gawat Nat, gue harus pulang sekarang. Bokap gue mabuk." jelas Citra sambil mengambil tas kecilnya.
"Gue pamit yah Nat. Makasih untuk hari ini" ucap Citra lalu pergi meninggalkan rumah Nata.
"Hati-hati Cit!" seru Nata saat Citra sudah berlalu dari hadapannya.
🎈🎈🎈🎈
Sang mentari terbit, burung-burung bekicau, membuat seorang gadis cantik terbangun dari tidurnya.
Nata merenggangkan tubuhnya lalu bangkit menuju dapur, tak lupa ia membereskan tempat tidurnya.
Hari ini adalah hari minggu. Nata segera membereskan rumah, lalu membangunkan Geral yang masih terlelap.
Pekerjaan itu sudah biasa Nata lakukan setiap hari.
"Kaaakkk Gerallll!!! yuhuuu!! banguunnn!!" seru Nata sambil menggedor pintu kamar Geral.
"Kebooo bangunnn lo!!" teriaknya lagi.
"Berisik banget Nat pagi-pagi" ketus Geral sambil mengucek matanya.
"Hehe, mandi sonoo. Mau ke gereja kan?" ucap Nata, lalu mendorong Geral menuju kamar mandi.
"Mandiin yah Nat" ucap Geral lalu mendapat tatapan tajam dari Nata.
"Lo pikir, lo itu masih bocah apaa?" ketus Nata.
"kaka Nata, mandiin Eyay yahh" ucap Geral dengan nada yang dibuat seperti anak kecil.
"Sini sinii, kakak mandiin" ucap Nata lalu membawa Geral masuk ke kamar mandi.
"Bentar yahh adekkuu. Kakak mau ambil air dulu" ucap Nata lalu tersenyum licik.
"Kakak jangan lama lama yahh, nanti Eyay ketiduran disini" ucap Geral.
Nata pun kembali sambil membawa ember yang berisi air hujan. Nata tersenyum puas saat masuk ke kamar mandi.
byurrrr...
"NATAAAAAAA!!!!!!!!" teriakk Geral saat Nata mengguyurnya dengan air itu.
"Rasainn loo.. hahahaahhaha" ledek Nata sambil tertawa puas melihat Geral yang kedinginan.
"Naaa-t, te-tega-a ba-nget lo" ucap Geral terbata bata karena kedinginan.
"Mandi sono, itu gue udah siapin air panas. Jangan lama" ucap Nata lalu pergi darisana.
emang pendek wkwkwk
jangan lupa vote🎈
KAMU SEDANG MEMBACA
"SIMPLE WOMAN"
Teen Fiction"Selalu terlihat bahagia bukan berarti hidup tidak memiliki masalah" "
