Bagian Dua

49 9 3
                                    

Sebelum membaca ada baiknya memberi dukungan berupa like dan komentar supaya aku lebih cepat updatenya sekian 😅😅

Lisa sudah mendapatkan kelasnya, namun Sandra belum juga mendapatkannya. Lisa mengingatkan Sandra agar melapor karena namanya tidak ada di semua kelas. Mereka berdua pun mencari ruang OSIS. Tiba-tiba ada yang menyenggol Lisa.

"Pelan-pelan dongggg..... Kak" Ucap Lisa dengan nada takut

Iya benar yang menyenggol Lisa adalah ketua Osis mereka yang judes dan sangar.

"Ngapain lo diluar, harusnya lo berdua udah di kelas" Ucap Kevin ketus

"Maaf kak, nama aku Anastsyandra, aku gak punya kelas. Namaku tidak ada di setiap kelas" jawab Sandra

"Kalau lo kurus?" melemparkan pertanyaan ke Lisa

Lisa tidak kelihatan kurus, Lisa memiliki badan yang diidamkan setiap kaum hawa, emang dasar ketua osisnya yang gila.

"Aku ada kak, oh iya aku gak kurus kak, mata kakak ditaruh dimana sih?" Gerutu Lisa

"Lo ikut gue! Jangan bawa ranting kayu ini. Lo sendirian aja, kita ke ruangan OSIS cari nama lo" Ujar Kevin kemudian pergi

Dengan terpaksa Sandra meninggalkan Lisa sendirian. Tapi Lisa tidak marah ataupun takut, Lisa hanya kesal kepada ketua osisnya dan berjanji akan membalasnya nanti.

Sandra hanya membuntuti Kevin. Sesampainya di ruang OSIS, Kevin melemparkan seluruh biodata yang ada dilemari.

Gak sopan banget sih pakai ngelempar segala omel Sandra dalam hati

"Cari nama lo, kalau gak ada berarti lo gak diterima di sekolah ini. Lo cuman kepedean" Ujar Kevin dengan nada malas. Lalu Kevin melangkah ke arah meja nya, tepatnya meja ketua osis tempat dia menyimpan semua dokumen OSIS.

Setelah 10 menit berlalu akhirnya Sandra mendapatkan namanya dan memberikannya kepada Kevin.

'Emangnya cewek ini disabilitas? Apa ini cewek yang dimaksud, Axel?' ujar kevin dalam hati.

"Lo masuk jalur disabilitas? Cacat apa lo?" tanya Kevin

"Gak tau kak, kakak aku yang masukin aku kesini" Jawab Sandra

"Oke jadi lo sekarang adek gugus gue, Lo segugus sama teman lo yang kayak ranting pohon, udah pergi sana, atau gak gue kasih skor" ujar Kevin

"Santai aja kali ngomongnya" omel sandra dengan nada pelan

"Apa lo bilang?" tanya Kevin dengan nada marah

"eeehh…. Gak kak. Aanuu... " jawab Sandra terbata-bata

"Pergi sana!" pinta Kevin

Sandra pun berlari meninggalkan ruangan OSIS. Dan menghampiri Lisa dengan nafas tak beraturan

"Lisa, gue sekelas dengan lo, kakak gugus kita kakak ketos yang jutek itu" ucap Sandra meneguk minuman yang dipegang Lisa

"What? Seriusan lo? Demi apa? Bisa-bisanya dia, kakel yang udah bilangin gue kayak ranting pohon yang belagu banget pas pidato, dia jadi kakak gugus kita?" Ujar Lisa mengomel

"Udahlah Lisa, dia kakel kita. Toh kan MOS hanya 1 pekan. Habis itu, kan kita nggak bakal lihat dia lagi. Bukan cuman kamu aja yang benci dia, kita sehati kok benci dia." Ucap Sandra menenangkan Lisa yang ditanggapi Lisa dengan senyuman

"Eh, tapi yang pernah gue denger-denger nih kalau gak salah denger juga. Ketos kita itu emang gak pernah baik sama cewek, walaupun berjuta-juta umat perempuan menyukainya" ucap Lisa panjang lebar dan tidak direspon oleh Sandra. Sandra hanya asik meneguk minuman Lisa

"Eh sandra, lo paham gak sih maksud gue, eh maksudnya apa yang gue bilang. Lo dengar gak sih?" omel Lisa

"Iya Lisa, gue dengar kok. Ngerti banget malah. Jadi ini kak Kevin gak ada yang bisa naklukin dia. Kalau gitu suatu saat pasti yang bakal naklukin beruntung dong?"

"Gak beruntung Sandra, malah rugi. Rugi hati, tenaga dan pikiran. Ah tau ah, benci gue sama dia, gak bakal gue maafin sebelum mengumumkan kepada sekolah kalau body gue tuh goals" Gerutu Lisa panjang lebar

Sandra hanya bisa mendengarkan perkataan Lisa, kalaupun dia bantah pastinya Lisa akan marah dan mengomel lebih panjang.

Bel pun berbunyi. Lisa menghentikan omelannya kemudian menarik Sandra menuju kelas.

"Selamat pagi menjelang siang. Gue ketua gugus disini. Yang di samping gue penanggung jawab kelas ini" Ujar Kevin memperkenalkan Asep kedalam gugus

Semua mata siswi berbinar. Kakak kelas yang didambakkan menjadi kakak gugusnya. Lain halnya dengan Lisa dan Sandra. Dia membenci Kevin ketua Osis nya yang ketus. Dengan alasan yang berbeda. Lisa membencinya karena Kevin mengatakan bahwa Lisa kurus, sedangkan Sandra membenci Kevin karena dia tidak sopan

"Kenapa lo berdua? Gak suka gue jadi kakak gugus lo? Kalau gak suka keluar!" Ucap Kevin dengan nada marah

"En.....gaa..kkk kak" Ucap Sandra terbata-bata

"Kita suka kok kak" Jawab Lisa kemudian memancarkan senyumnya

"Kalian semua kalau gak suka keluar!" Pinta Kevin

"Gak kok kak, aku malah cinta nih sama kak Kevin" Ucap Bianca, Kevin pun merasa jijik mendengar ucapan adik gugusnya itu.

"Mending sama gue deh, gak usah sama Kevin gak bakalan diurusin lo pastinya. Kalau sama gue kan gue urusin" Ucap Asep menggoda

"Gak ah kak, maunya sama kak kevin" Cibir Bianca

"Gue gak mau sama lo. Jadi, Diem!" bentak Kevin

Tidak salah Kevin memang judes ke setiap perempuan, kecuali dia. Perempuan yang Kevin cintai dan tidak tau dimana keberadaannya. Kevin selalu memegang teguh pendiriannya, dia akan menemukan perempuan itu dan mengulang semuanya.

Dapat gak feelnya? Eh apa sih intinya gitu, semoga dapat yakk 😁 Btw ini bru bagian 2, belum ada konflik, ini masih tahap proses pengenalan pemeran yang ada di cerita ini.

Menurut kalian, ada berapa pemeran utama dalam cerita ini??
Jawab dikomen yahh.

Nanti kalau udah update aku kasih klue lagi deh,

SELAMAT BERFIKIR,jangan terlalu menebak diawal yah, nanti nyesal duluan loh

RakkansTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang