'Biarkan aku mengenal mu dengan caraku sendiri'
-Im Changkyun-
✩ «--» ★
-Author-
Beberapa minggu setelah kematian Haeru
"Gimana? Setuju enggak?" Tanya Im Shin pada istrinya.
"Ma, Haeru tuh baik banget sama Ayah loh,, mama juga tau kan,, saking baik nya dia sampai mau jadi pendonor buat Ayah." Tegas nya meyakinkan istrinya.
"Iya mama percaya. Tapi Kita harus minta persetujuan dari Changkyun dulu, kita juga belum bilang ke Keluarganya Jimsa tentang ini kan?." Jelas Istrinya.
"Kenapa hari ini gak kita ajak makan malam aja ma? Sambil bicara in tentang ini." Usul Im Shin.
"Boleh, mau mama telfon in?" Tanya istrinya. Im Shin hanya mengangguk.
"Ya, Hallo" telefon nya sudah terhubung dengan Jimsa.
"Ah, Jimsa.. kalau kamu kami undang makan malam bersama di rumah kami hari ini, kamu mau gak?" Tanya nya To The Point.
"Tentu saja bisa, ada alasan khusus kah?" katanya disertai sedikit tawa.
"Ah, nanti saja kita bicarakan di sini setelah makan malam. Oh iya, jangan lupa ajak Jisung dan Yoreum. Makan malamnya di Rumah kami.".
"Ah, baiklah kami usahakan sampai di sana tepat waktu." Setelah itu telfon di tutup.
"Gimana? Mau kan?" Tanya Im Shin.
"Iya, aku minta dia ngajak anak² sekalian, biar tau langsung." Katanya sambil sedikit tersenyum.
✩ «--» ★
--Malam harinya--
/ting tong,, ting tong/ bell rumah keluarga Im berbunyi
"Jimsa~ akhirnya sampai juga.. ayo, langsung masuk saja, takut makanannya dingin." sambut Tuan rumah.
"Hallo, Om, Tante.." Jisung membungkuk 90° kepada pasangan Im.
"Wah,, kamu keliatan lebih ceria dari sebelum² nya, saya suka liat kamu begini." Kata Im Shin sambil menepuk pelan pundak Jisung.
/di meja makan/
"Aku kok gak liat Yoreum, dia gak ikut?" Tanya Im Shin setelah sadar kalau Yoreum tidak datang.
"Iya, Yoreum bilang dia gak mau ikut. Dia mau kumpul sama Temen² nya. Maaf ya Om, Tante." Jawab Jisung
"Ah,, gitu ya.. ya udah, gak papa deh." Ucap Im Shin sedikit kecewa.
"Kalau Changkyun kemana Om?" Tanya Jisung.
"Changkyun tadi baru mandi, dia baru pulang entah darimana sama temen² nya." Jelas Im Shin. Di saat itu juga Changkyun turun dari kamarnya, menuju meja makan.
"Hallo Bu Jimsa, kak Jisung. Maaf saya terlambat." Sapa Changkyun sambil membungkuk 90°. Ia pun langsung ikut makan malam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Destin' || Im Changkyun
Fiksyen Peminat"kamu tau? Aku masih canggung dengan mu, meskipun kita sudah melakukan banyak hal bersama..." "Terus? Kamu ga mau ada perubahan?" "Kalau bisa, aku sangat menginginkan nya" "Baiklah, kita mulai hari ini" -Destin'-
