4 : Ridwan si Bakwan Gosong

1.1K 114 2
                                        

Dari semua orang yang berada di dunia ini, kenapa gue harua punya tetangga yang seabsurd dia? Iya, dia. Ridwan.

Dia baru pindah beberapa bulan lalu, dan langsung jadi terkenal. Karena muka sama badannya yang tidak biasa bagi anak sepantarannya. Dan yang begitu mengejutkan adalah kakak nya Ridwan ini lebih ganteng daripada Ridwan nya.

Gue yang sebagai pecinta cogan, cowo ganteng, tentu saja langsung jadi penggemar nomor satu dari Kak Gio. Tapi, hambatan terbesar gue adalah si Ridwan ini. Dia posesif banget sama kakaknya. Gue curiga dia juga suka sama Kak Gio.

Cara yang aman agar gue bisa mendekati Kak Gio adalah mendekati adiknya dulu. Iya, gue harus deket dulu sama Ridwan. Mau bagaimana pun gue harus deketin dia dulu.

Beruntung nya lagi, gue satu sekolah dengannya. Karena sihir ajaib Kak Feliks, ga tau tiba-tiba aja ada Kak Gio yang dateng ke rumah.

Dan kebetulan saat itu. Gue lagi nunggu temen buat jalan, jadilah gue ketemu Kak Gio saat gue sedang menjelma jadi princess.

Saat itu Kak Gio datang dengan setelan baju hitam, "Eh ini Danita ya?"







DEMI TUHAN!

COWO PAKAI BAJU HITAM TUH KENAPA GANTENG NYA JADI MAKSIMAL? YA ALLAH AKHIRNYA PANGERAN KUDA KU DATANG UNTUK MENJEMPUT!!!




"Eh, bukan ya? Permisi saya salah orang sepertinya."

"Eh, enggak kak, anu aku Danita, kenapa Kak?"

Haduh Danita, lo tuh harusnya anggun. Jangan jadi badut dulu, ini pangeran lo lagi di depan lo, ayo lah jadi princess.

Kak Gio jadi senyum saat gue bilang gitu, "kenalin saya Gergio, kakak nya Ridwan," katanya sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat.


GUE MAH JABAT TANGAN SAMA KAK GIO! OH PLEASE KAK GALA ATAU SIAPAPUN ITU FOTOIN GUE!!

Dengan mata gue yang masih tidak percaya, gue membalas jabatan tangan itu. Ya Allah, tangan kak Gio halus banget. Astaga tangannya aja ganteng.

"Danita kak," jawab gue kalem.

Ya gimana ya, di depan calon suami kan harus kalem ga boleh jelek.

Kak Gio ngangguk, "jadi gini, saya mau pergi sama Feliks nah, bisa tolong nemenin Ridwan di rumah? Dia ga bisa masak."

Gue melongo mendengar itu. Tunggu, apa? Gue suruh nemenin Ridwan sekarang?

Gue mengernyit heran, "memang Kak Gio sama Kak ku mau kemana?"

Kak Gio nampak bingung, tangan nya menggaruk pungggun kepala. "Mau pergi sih ada urusan, tapi kayaknya kamu mau pergi ya?"

Gue ngangguk gitu aja, karena memang gue udah janjian sama temen gue itu, "Iya sih kak, Ridwan nya beneran sendirian dirumah?"

Kak Gio ngangguk lagi dengan kalem, aduh imutnya. Karena gue ga mau menolak permintaan calon suami gue yang satu ini, akhirnya gue memutuskan untuk memasakkan makanan buat Ridwan dan setelah itu cabut pergi.

Kak Gio setuju, dan dia mengantarkan gue ke dalam rumahnya. Ya Allah kerumah calon suami bersama calon suami ku.

Dari sini, awal pertemuan gue sama Ridwan. Awalnya dia ga banyak omong, bahkan sampai Kak Gio pamit pergi sama Kak Feliks.

Tapi saat gue mau masak tiba-tiba Ridwan nanyain, "mau masak apa lo?"

Gue yang kebetulan kepikiran mau masak sayur bayam jadi jawab, "sayur bayam aja sih, itu masih ada bayam."

"Gue ga suka bayam, ganti."

Awalnya gue iya aja dia minta ganti, tapi selanjutnya.

"Mau masak apa?"

11 IPS 1 ( TAMAT )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang