Aku kira, aku sudah mengenalnya jauh lebih dalam. Tapi ternyata salah, aku belum sama sekali mengenalnya.
NAY|Story by: sulisftmtuzhh_
---
Nay menatap datar ke arah papan tulis, ada Fallen yang duduk di sampingnya. Mereka berdua sama, menunggu bel masuk dan pelajaran dimulai.
“Gimana pacaran sama cowok yang paling popular disini?” tanya Fallen.
“Biasa aja,” sahut Nay kurang bersemangat.
“Lo gak cinta sama dia?” kata Fallen.
Nay mengangkat dua bahunya. “Untuk sekarang sih, belum. Gak tau nanti,” sahut Nay.
“Bagus deh, berarti setidaknya lo ada niatan buat mencintai dia,” ujar Fallen.
“Gue gak ada niatan juga, dia yang bilang sendiri kalo dia gak bakal biarin gue pacaran sama dia tanpa perasaan,” ujar Nay, ia menguap lalu merentangkan dua tangannya ke atas.
“Itu artinya, dia sayang sama lo. Dia gak mau cintanya bertepuk sebelah tangan,” sahut Fallen.
“Maybe yes, maybe no,” jawab Nay.
Merasa mengantuk karna semalaman begadang memikirkan apapun hal yang ingin dia fikirkan. Dari mulai hal yang paling penting, sampai yang tidak penting sekalipun. Ia melipat dua tangannya diatas meja, dan mulai menenggelamkan wajah.
“NAY NAY NAY!! COWOK LO!” Risa datang ke dalam kelas sambil teriak-teriak, ia menarik tangan Nay.
“Apaansih Sa? Ada apa?” Nay ikut panik sendiri.
“SI REVIND BERANTEM DI LAPANGAN! DIA BERANTEM SAMA ADIK KELAS!!” teriak Risa.
Nay yang tadinya malas-malasan dan tidak bersemangat. Seketika langsung melotot dan berlari sekencang mungkin menuju lapangan. Malah meninggalkan Risa, dan melebihi kehebohan Risa. Beruntung kelas 12 hanya berada dilantai 1, jadi ia tidak terlalu lama berjalan.
Kondisi lapangan sudah ramai, tapi sepertinya. Nay tidak menemukan satu orang, ‘pun yang memisahkan dua orang yang sedang berkelahi itu.
Nay menerobos ke arah kerumunan itu, memisahkan Revind dan seorang laki-laki yang sudah babak belur. Nay menarik Revind ke belakang, melihat wajah lelaki itu yang sangat terlihat menahan amarahnya.
“Vind.. Udah.. Udah.. Nanti kamu bisa dipanggil Bu Amor..” Nay mencoba menenangkan Revind.
Lelaki itu tidak menjawab, ia hampir maju ke depan lagi, tapi langsung ditahan oleh Nay.
“Vind, liat muka aku!” Nay menangkup wajah Revind dan menghadapkan ke wajahnya. “Aku bakal marah, kalo kamu tetep lanjutin berantem kamu sama dia!” gertak Nay.
Revind terdiam, seperti terultimatum dengan ucapan Nay. Ia mencoba mengatur emosinya. Mulai dari mengatur nafasnya yang tidak stabil, sampai mencoba benar-benar meredam emosinya.
Setelah dirasa Revind sudah agak tenang, Nay langsung menatap orang-orang yang menonton mereka.
“Anak osis dan bagian keamanan. Saya tunggu di ruangan saya, SEKARANG!”
KAMU SEDANG MEMBACA
NAY (TAMAT)
Teen FictionIstilah benci jadi cinta memang benar adanya. Itu dirasakan sendiri oleh gadis cantik bernama Nay yang famous dan dikenal sebagai primadonanya SMA Brawijaya. Gadis yang membentengi dirinya dari jangkauan laki-laki. Tidak pernah mengizinkan satu hati...
