Kebenaran adalah hal yang wajib diutarakan. Biarpun kadang kebohongan terlihat menang, jangan takut. Bangkai tidak selamanya bisa disembunyikan.
NAY|Story by: sulisftmtuzhh_
---
Gelap.
Nay tidak tau dirinya berada dimana, namun, yang ia lihat hanyalah kegelapan.
Ia mencoba mengedarkan pandangannya, mencari titik terang agar bisa ia ikuti. Namun nihil, ia tidak menemukan apapun.
Sekilas, ia mendengar sebuah suara tak asing yang memanggil-manggil namanya. Tidak membuang kesempatan, ia menyahuti panggilan suara itu sambil mengikuti asal suaranya.
“NAY, KAMU DIMANA?!”
Nay berlari sekuat tenaganya. “Revind, aku disini..” ia semakin mendekati arah suara tersebut.
Nay tidak menemukan Revind dalam kegelapan sana, namun.. Ia menemukan sebuah cahaya yang sangat terang benderang berada tepat di hadapannya.
Kakinya melangkah mundur, ia tidak pernah melihat cahaya seterang itu, ia takut sekaligus.. Ingin menangis. Tidak tau dirinya sedang berada di tempat apa.
“Aku disini!”
Nay membulatkan matanya, suara Revind tepat dari cahaya tersebut. Tanpa banyak basa-basi, Nay mulai melangkahkan kakinya menuju cahaya tersebut dengan mata yang memejam.
Terus berjalan, melewati terang yang teramat sangat..
Hingga pada akhirnya..
***
Revind dan teman-temannya sedang berkumpul. Cuaca yang dingin plus sedang hujan, membuat mereka jadi ingin makan mie kuah. Alhasil keempatnya mabar alias makan bareng.
“Vind!” Andra menepuk bahu Revind.
“Hm?”
“Kata Fallen, Nay udah sadar,” kata Andra.
Revind tersedak.
“Sumpah?” kata Revind.
Andra mengangguk. “Lo harus cepet abisini mie lo karna Nay bakal marah kalo dia tau lo makan mie,” ujar Andra.
“Gue ga nafsu makan, dan gue cuma lagi pengen makan mie,” sahut Revind.
“Oke, terserah,” jawab Andra.
Andra pasrah, tidak bisa membantah ucapan Revind. Ia duduk di sebelah kursi Revind, menyaksikan Varo dan Sandy yang sedang mabar among us dengan keadaan hening dan anteng.
Mana hujan deras, makan mie, aduh surga duniawi deh bagi Revind.
“Bego lu, ngaku! Gue ngeliat anak lo masuk vent tadi,” kata Varo menuduh Sandy.
“Heh pala kardus, mata lo sepi ya? Gue daritadi ga bawa anak,” balas Sandy.
“Lah? Emang iya?” sahut Varo.
KAMU SEDANG MEMBACA
NAY (TAMAT)
Ficção AdolescenteIstilah benci jadi cinta memang benar adanya. Itu dirasakan sendiri oleh gadis cantik bernama Nay yang famous dan dikenal sebagai primadonanya SMA Brawijaya. Gadis yang membentengi dirinya dari jangkauan laki-laki. Tidak pernah mengizinkan satu hati...
