Kamu tau rasanya sedang memperjuangkan tetapi dia malah belok ke arah yang berlawanan?
NAY–Story by: sulisftmtuzhh_
---
“Emang bener Andra lagi deket sama Melati?” tanya Nay.
“Iya bener,” jawab Revind dengan anggukan.
Raut wajah Nay terlihat gelisah, apa benar orang tersebut adalah Sandy?
“Kenapa? Kok kamu kayak khawatir gitu?” tanya Revind.
Nay melihat ke arah kanan dan kiri mereka, memastikan jika hanya ada mereka berdua disini. Karna jujur hal yang ingin dia bicarakan benar-benar hal pribadi.
“Jadi gini ... Kemarin kan aku bawa kalung yang kamu temuin dia tempat camping waktu itu. Terus waktu aku ke ruang BK nyelesain masalah ada siswa ribut-ribut. Kalungnya jatuh,” ujar Nay.
Revind setia mendengarkan.
“Abis itu ada salah satu murid yang ngebalikin ke aku. Nah, pas kalung itu udah dikasih ke aku, tiba-tiba Melati bilang kalo kalung itu punya dia. Kemarin sempet di pinjem pacarnya dan katanya jatuh,” ujar Nay. “Makanya.. Pas Kia kasih informasi kalo Sandy lagi deket sama Melati, dan kamu membenarkan berita itu. Aku kaget, sekaligus.. Speechles,” sambungnya.
Revind jadi termenung, ikut memikirkan apa yang dibicarakan. Jika diingat-ingat, memang sewaktu ia menuju lokasi Nay, ia sempat bertabrakan dengan Sandy.
“Kayaknya emang bener Sandy,” kata Revind.
“Kamu juga mikir gitu?” tanya Nay.
“Iya, soalnya waktu aku mau ke lokasi kamu. Aku sempet tabrakan sama Sandy, dan muka dia kaya yang panik takut,” ujar Revind. “Pas aku masuk tenda anak PMR, aku tanya Melati, dia bilang kamu lagi izin ke belakang mau cuci tangan,” sambung Revind.
“Izin cuci tangan? Perasaan aku gak bilang ke siapa-siapa deh mau cuci tangan,” ujar Nay.
Keduanya sama-sama terdiam kembali, entah kenapa teka-teki ini seolah semakin rumit. Mereka berdua dipaksa mencari dua impostor yang bersembunyi dibalik crewmate.
“Aku pasti cari orang-orang yang udah neror kamu, sekarang kamu harus banyak berhati-hati. Kalo bisa kamu deket-deket aja terus sama Kia, dia udah pasti bisa melindungi kamu,” ujar Revind.
“Aku juga bisa kok nyakar-nyakar muka gak seberapa si peneror itu,” sahut Nay.
“Jangan main-main sayang.. Peneror ini pro player, aku gak mau kamu malah jadi gak aman nantinya,” ujar Revind.
“Iya maaf..”
Revind mengangguk ringan, tangannya terulur untuk merapikan rambut gadis cantik di depannya.
“Maaf.. Harusnya aku yang jagain kamu, tapi bakal lebih beresiko kalo aku yang bertindak langsung,” ujar Revind.
“Gak pa-pa, aku cuma minta jangan pernah pergi dari hidup aku,” sahut Nay.
“It is impossible,” ujar Revind.
***
Bel pulang sekolah berdering diseluruh penjuru sekolah. Risa dan Kia memburu-burui Nay karna pulang sekolah ini mereka akan memantau seseorang.
KAMU SEDANG MEMBACA
NAY (TAMAT)
Fiksi RemajaIstilah benci jadi cinta memang benar adanya. Itu dirasakan sendiri oleh gadis cantik bernama Nay yang famous dan dikenal sebagai primadonanya SMA Brawijaya. Gadis yang membentengi dirinya dari jangkauan laki-laki. Tidak pernah mengizinkan satu hati...
