3 | - Tolak angin -

53 31 24
                                        

Author

"Jadi siap ya minggu depan ulangan matematika?" Tanya pak Dendy

"Siap pak," Jawab kompak murid - murid kelas X IPA 1, yang arti nya jawaban tersebut adalah kesanggupan mereka menerima ulangan matematika dari pak Dendy.

"Baik lah kalau begitu, kita sudahi kelas hari ini, yang sudah selesai tugas latihan, bisa langsung kasih ke kantor ya, Bapa tunggu di sana," Ucap pak Dendy. Sebelum meninggalkan ruangan kelas.

"HUUAAAAAAHHHH !" Pekik Putri mengejutkan teman sebangku nya -- Acha.

Wah waah waahh, kesambet setan yang mana lagi nih si Putri. Pikir Acha dalam hati.

"Hikksss, MTK ohhh MTK, I love you so much," Rengek putri kemudian. Acha tahu, bahwa apa yang di ucapkan sahabat nya itu adalah kebalikan dari kenyataan. Bukti nya saja sekarang, ia sudah memasang wajah memelas dengan puppy eyes yang terlihat sangat menggemaskan -- menurut Acha.

"Udaaah, jalanin ajaa Put, lagian juga kalau hapal rumus gampang kan jawab nya," Ujar Acha menenangkan. Ya, setidak nya menanggapi rengekan sahabat nya yang butuh teman pendengar.

"Iya hapal Cha, sangking hapal nya di luar kepala semua."

Acha hanya tertawa mendengar jawaban Putri yang terdengar sangat kesal.

"Ya udah yuk ke kantin, laper nih, sekalian mau beli tolak angin, kaya nya perut aku kembung put."

"Demi melihat kaka-kaka senior yang kece badai di kantin, YUK !" Seru Putri semangat sambil mengepal kan tangan ke atas.

Acha hanya menggeleng kepala dan merangkul pundak sahabat nya.

***

Argan baru saja memesan semangkuk soto dan es teh tawar bersama ke tiga sahabat nya.

"Eh, pada tau gak, kalau minggu depan bakal ada razia?" Ucap Yoga setengah berbisik.

"Masa sih?" Sahut Kiki tak percaya

"Elaaahh, beneran." Kini Yoga -- lelaki berkacamata minus 2, berambut ikal dan berwajah tirus itu membenarkan posisi duduk nya.

"Razia apa?" Argan pun membuka suara.

"Kaya nya sih seragam sama rambut Gan," Jawab Yoga pelan. Takut - takut nih ya, kalau sampai terdengar ke yang lain dan sampai ke telinga guru pemeriksa, waaahh bahaya.

Bisa-bisa operasi mendadak yang ada.

"Lo tahu dari mana emang Ga?" Rizki yang tengah melahap soto di depan nya pun ikut menimpali. Sambil sesekali mengusap dahi nya. Cowok berkulit sawo matang. Alis tebal . Hidung mancung. Tim basket. Tubuh tinggi dan atletis sekarang sedang berkeringat di tengah kantin guys ! Hotdaddy aja kalah wkwk

"Biasa, Citra ." Begitu lah Yoga. Tidak sia sia mempunyai wajah bak oppa-oppa korea di sertai kacamata minus yang di pakai nya. Jelas saja membuat wajah nakal Yoga tidak kentara. Bukti nya saja Citra, waktos di SMA Nusa berhasil ia dekati. Karena razia ini memang para guru melakukan nya bekerja sama dengan OSIS. Tentu saja secara sembunyi-sembunyi.

"Oh," Jawab Rizki dan di barengi anggukan ke 2 sahabat nya yang lain.

***

"HAACCHIIIMM !"
Terdengar suara bersin kembali. Sontak membuat Yoga, Kiki dan Rizki menoleh ke asal sumber suara.

"Haaa haaacc cc-" Ketika Argan akan bersin kembali, tiba - tiba saja jari telunjuk Kiki sudah berada di bawah lubang hidung Argan, menggagal kan aksi bersin nya.

B A T A S Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang