[extra part.] ¦ pajak jadian

75 12 0
                                    

sebagai kaum terpandang, june pun menraktir teman-temannya sebagai bukti dia telah jadian dengan rose. bahasa gaulnya, dia ngasih PJ.

setelah kedua orangtuanya tahu june memiliki pacar, mereka tak segan memberikan june uang saku berlipat saking senangnya. mereka juga sudah bertemu dengan rose. gadis itu benar-benar disambut baik oleh kedua orang tua june.

kemarin june telah menraktir teman-teman seperkutuan yang ngopi di warkopnya bu irene. nah kalau sekarang waktunya teman-teman basketnya.

saking semangatnya, june dan rose datang paling awal di cafe tempat mereka janjian. iyalah, janjiannya jam 3 sekarang masih jam setengah 3.

june sengaja membawa rose, buat pamer katanya. hal tersebut menggiring teman-temannya yang lain untuk membawa pasangan juga rupanya.

"yoo whatsup mas juned mbak mawar, aa hanbin datang bersama tuan putri jung yerin tersayang!" hanbin sang ketua basket tiba-tiba datang.

"jangan malu-maluin bin!" omel yerin, pacar hanbin. kemudian dia tersenyum manis ke arah june dan rose.

baik june dan rose membalas senyum yerin, tanpa mempedulikan hanbin yang tengah ngomel-ngomel.

setelah kurang lebih 15 menit berselang, datanglah kedua pasangan sepupu. yunhyeong dan chanwoo. tak lupa juga dengan pasangan masing-masing, jisoo dan sinb. kedatangan mereka ini jauh lebih tenang dibanding kedatangan hanbin dan yerin tadi.

lima menit kemudian, disusul kedatangan jinhwan. cowok pendek itu tak sendiri. dirinya menggandeng cewek yang sama-sama pendek seperti dirinya. semua orang tahu, namanya eunha.

"assalamualaikum akhi ukhty!" jinhwan dan eunha kompak memberi salam

"waalaikumsallam."

tak berselang lama, datanglah bobby dan donghyuk. bobby menggandeng sowon, si kakak kelas yang katanya friendzonenya. sedangkan donghyuk melangkah tenang dengan lisa, friendzonenya dari zaman lampau. tidak ada saling menggandeng, donghyuk dan lisa berjalan sendiri-sendiri.

semuanya sudah berkumpul. tak menunda waktu lagi, mereka memesan menu.

selagi menunggu, mereka sibuk dengan aktivitas masing-masing. ada yang sibuk dengan handphonenya, ada juga yang sibuk dengan pasangannya, bahkan juga ada yang sibuk bergurau dengan temannya.

"ned, sering-sering jadian gih biar banyak traktiran wkwk!" sebuah ungkapan kurang ajar tiba-tiba meluncur begitu saja dari bibir bobby. membuat yang lain mengalihkan perhatian kemudian dengan kompak tertawa. bahkan rose, pacar june sendiri.

"mata lo!" umpat june.

"hehe kan enak nih kemarin di bu irene dapat, sekarang juga dapat," ceplos bobby.

"loh lo masih sering ngopi bob?" tanya sowon terkejut.

"weh awas ya lo kalau ngerokok terus!" omel hanbin.

"ups, keceplosan. iya sayang-sayangku terimakasih perhatiannya." bobby mencolek dagu sowon.

sowon berdecak, sementara hanbin mengumpat.

"nyesel gue ngomong, anjir!"

***

karena keadaan cafe tengah sepi, akhirnya ketujuh pasangan itu lebih memilih saling memisahkan diri. mau familytime katanya. halah keluarga apa, jadi pacar aja banyak yang belum.

"june!" panggil rose tiba-tiba, memecah keheningan di antara keduanya.

"ya sayang?"

"emmm... thanks ya."

june mengernyit.

"buat?"

"semuanya, he he."

"aku juga mengucapkan banyak terimakasih ke kamu rose."

rose tersipu.

"rose, only you. percaya sama aku, belum pernah ada yang buat aku sebucin ini selain kamu."

"apa sih kamu june wkwk."

june meraih pundak rose. bersandar di sana. sebuah kenyamanan baru dalam hidup june.

keduanya kini menatap 6 pasangan lain yang tengah punya dunia sendiri.

ah, ternyata kebahagian june sesederhana ini.

only you, rose.

***

[3.] only you \\  jun&ros✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang