16. Berdampingan Dengan Kenangan

59K 3.4K 19
                                        

WARNING!

 

Cerita ini mengandung unsur semacam kekerasan, omongan kasar, dan beberapa hal buruk yang tidak pantas ditiru.

Semua tokoh, ras, agama, latar, hanya fiktif belakang.

Ambil sisi baiknya dan buang sisi buruknya.

Selamat membaca!!

 

 

 -
-
-

Mau tanya dong, alasan kalian baca cerita Trigonometri karena apa?

-
-
Wajib jawab di kolom komentar 😁
-
-












“Puncak tertinggi dari sebuah ikhlas adalah, mampu menerima kehilangan dan hidup berdampingan dengan kenangan, karena tidak semua hal yang pernah hadir dalam hidup, harus masuk dalam daftar ‘hapus’.”

 

-Dalam novel, Trigonometri-



Dalam setiap fase kehidupan, pasti memiliki kenangan masing-masing di dalamnya, gak mungkin juga kita hidup tanpa kenangan yang bahkan mampu membuat roda kehidupan menjadi lebih baik lagi.

Tidak semua kenangan itu manis, ada saatnya kita menelan betapa pahitnya kenangan itu jika harus diingat, tapi tanpa kenangan ‘pahit’, kita gak akan pernah tahu rasanya berjuang dalam hidup.

Sebagian orang memilih untuk mengubur sesuatu yang bernama kenangan itu, ada juga yang memilih hidup berdampingan dengannya, karena bagi sebagian orang juga, gak semua kenangan harus dihilangkan dalam ingatan.

Seperti halnya dengan keluarga Atlas, sudah empat belas hari ini, mereka hidup tanpa adanya Alfan, dan memilih untuk berdampingan dengan kenangan yang mereka buat bersama. Ikhlas akan kepergiannya bukan berarti harus benar-benar menghapus memori kebersamaan bersama Alfan.

Yang mereka mencoba kubur dalam-dalam adalah, bagaimana Alfan kehilangan nyawanya. Atlas sempat ingin kembali mengungkap masalah itu, tapi sekali lagi, dia juga tidak mau kondisi Althaf kembali memburuk, saat ini dia bersyukur karena kondisi putranya itu cukup baik dan mulai menjalani semua kegiatan yang sempat tertunda.

Meski demikian, diam-diam Altan, Juno, dan Rafa, justru terus menyelidiki kasus tentang kematian Alfan, target mereka adalah Irina dan Kelvin, hanya perlu membuka mulut Irina agar gadis itu mengeluarkan semua kebenaran dan Kelvin harus mengakui kesalahannya itu.

Hari ini, hari kembalinya Althaf ke sekolah setelah dia menjalani semua pengobatan dan dia hidup sebagai Althaf yang baru tanpa mengingat rasa sakit yang dulu dan rasa bersalah tentang kematian saudara kembarnya.

Atlas tersenyum tipis saat menatap semua anggota keluarganya yang duduk bersama untuk sarapan, ya meski rasa nyeri akibat rindu pada sosok Alfan tidak bisa dia hindari, dia tetap bersyukur atas hadirnya kebahagiaan dan kehangatan dalam keluarganya.

TRIGONOMETRICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang