Absen dulu sini,
Cung yang nunggu Triplet!
🙋♂️🙋♀️
WARNING!
Cerita ini mengandung unsur semacam kekerasan, omongan kasar, dan beberapa hal buruk yang tidak pantas ditiru.
Semua tokoh, ras, agama, latar, hanya fiktif belakang.
Ambil sisi baiknya dan buang sisi buruknya.
Selamat membaca!!
“Setiap orang memiliki luka masing-masing, tentang rasa sakit yang diderita, hanya dia sendiri yang tahu bagaimana rasanya terluka.”
-Trigonometri-
Didorong untuk menjadi dewasa tanpa melihat usia, dipaksa kuat meski sebenarnya lemah dan begitu rapuh, dipaksa bertahan dalam situasi tertekan, dan memilih diam sebagai akhir dari rasa lelah yang ditopang seorang diri. Altan, dia terlihat sempurna dimata orang-orang dengan segala sifat baik dan dewasanya, tapi sebenarnya hati dan mentalnya terluka.
Saat kecil, dia takut, sangat takut saat menghadapi Mamanya yang ‘sakit’ tapi dia berpikir, jika dia tetap takut, maka saudara kembarnya akan menderita, maka Papanya akan kesulitan, pada akhirnya, dia didorong untuk menjadi dewasa tanpa melihat usia.
Altan juga lupa, bagaimana caranya dia menyampaikan perasaan yang benar-benar menyesakan dada, pada dunia. Dia hanya mampu berbisik pada tanah disetiap sujudnya, meminta langit untuk mendengar, dan berharap batin serta mentalnya selalu kuat meski tidak baik-baik saja.
Menjadi pusat amukan Althaf atas sikapnya yang dibilang seperti pahlawan, tidak masalah, karena hanya itu yang mampu dia lakukan, melindungi setiap anggota keluarganya. Altan begitu mengerti bagaimana berharganya dia, Althaf, Alfan, Hasna, sebagai anak dari Mamanya. Altan hanya ingin melindungi semuanya agar kejadian buruk yang menimpa, tidak pernah terulang lagi.
Cowok itu berjalan menelusuri lorong sekolah, mencari keberadaan Althaf. Setelah perkelahian di kamar Althaf dan mendapat sidang dari Papa dan Mamanya, dia kembali ke sekolah meski keadaannya tidak baik, sedangkan Alfan, tidak bisa kembali ke sekolah karena kondisinya yang masih terguncang.
Beberapa siswa yang melihat Altan, mereka terkejut dan heran, kenapa bisa cowok kebanggaan sekolah yang jauh dari kekerasan, babak belur? Altan tidak peduli dengan tatapan-tatapan aneh yang dia dapat.
Di lain tempat, Atlas tengah berada di ruang BK, ada Ayah dari Kelvin juga di sana. Untunglah, Ayah Kelvin menghadapi masalah ini dengan kepala dingin, jadi semua bisa dibicakaran dengan baik-baik.
“Kelvin juga harus fokus pada ujiannya, nanti Pak Irsyad,” ucap guru BK pada Ayah Kelvin.
“Saya minta maaf atas tindakan putra saya, yang merusak fasititas sekolah dan melukai murid lain, saya benar-benar minta maaf,” ucapnya tulus.
“Begitu juga dengan Althaf, saya menyerah menghadapi Althaf, maaf Pak Atlas, dengan sangat terpaksa, saya memberi peringatan terakhir. Althaf saya skorsing selama satu minggu.”
KAMU SEDANG MEMBACA
TRIGONOMETRI
Romance📝 FIKSI REMAJA Dulu ada yang pernah bertanya padaku, ingin menjadi apa aku ini saat dewasa nanti. "Aku ingin menjadi sinar mentari yang dengan gembira menyinari dunia yang gelap ini. Lalu berubah menjadi bintang indah yang menyinari langit pada ma...
