Aluna sudah menunggu Varo hampir 30 menit.
"Duhh mana sih tu dugong satu!" kesal Aluna
Masalahnya hari sudah sangat gelap, Aluna hanya membawa handpone sebagai alat untuk menerangi disekitarnya.
"Gue samperin aja kali ya" gunam Aluna sambil berjalan ke arah Varo pergi
"VARO!" teriak Aluna dari kejauhan. Namun tidak ada jawaban
"VARO WOY LO BUDEG APA?!" teriak Aluna lagi
Aluna masih tidak mendapatkan jawaban apa-apa dari sana. Aluna mulai merasa gelisah.
"Gue kesana ya var!" teriak Aluna sedikit kecil
Aluna berjalan semakin mendekat ke tempat Varo pergi, namun disana tidak ada siapa siapa.
"Va..ro?" ucap Aluna pelan
Aluna terdiam beberapa saat, berpikir apa yang sedang terjadi.
"Bajingan tetep bajingan" ucap Aluna pelan sambil berjongkok
Aluna sudah kehilangan tenaganya, dia belum makan dari siang, Sementara hari sudah gelap.
"Gue harus balik" gunam Aluna sambil berdiri.
Saat akan melangkah tiba-tiba handpone yang menjadi senjata satu-satunya mati.
"Hah?? " Aluna kaget sambil memencet tombol on-off handponenya
"Arghhhh...!" teriak Aluna pasrah, air matanya hampir keluar
Aluna berjongkok didekat pohon besar, air matanya perlahan keluar. Hawa terasa sangat dingin, dan Aluna hanya memakai kaos purple pendek dan celana jeans pendek.
"Ibuu.." lirih Aluna sambil menangis
°°°
"Woyy Rena!" teriak Daniel saat melihat Rena sedang bergulat dengan handponenya
"Ckk! Apalagi setan?!" bentak Rena
"Eehh busyett! Tenang dulu dong!" ucap Dimas
"Lo harus tenang Ren, jangan sampai orang lain tau. Dan yang penting sekarang si Regan lagi nyari si Aluna, sendiri" jelas Reza to the point
Rena yang mendengar itu kaget, Regan? Mencari Aluna?
"Looo yakin?" tanya Rena ragu
"Gue mau ikut tapi si Regan bilang jangan" sambung Daniel
Rena hanya menghela nafas, entah firasat apa yang Rena tau dia hanya merasa sedikit lega, karrna Rena tau Regan bisa di andalkan.
"Btw, lo udah tanya sama si cowok nya langsung belum?" tanya dimas
Rena baru sadar, Varo adalah tersangka utama yang harus di hakimi.
"Ehhh bentar bentar.. Itu bukannya cowok yang tadi?" tanya Daniel sambil menunjuk Varo yang tengah berjalan santai
Rena yang melihat itu seketika emosinya memuncak.
"VARO!" teriak Rena
Sementara Varo yang merasa di panggil memalingkan wajahnya.
"Si Aluna mana?!!" bentak Rena
"Perasaan kita udah balik dari satu jam yang lalu" ucap Varo
"Bulshit! Lo apain si Aluna hah?!" bentak Rena lagi
"Lo kira gue sejahat itu Ren? Gue udah berubah!" bentak Varo menjawab pertanyaan Rena
Sementara Reza, Dimas, dan Daniel hany terdiam. Ini benar benar diluar kendali mereka.

KAMU SEDANG MEMBACA
SI MESUM INSYAF (ON GOING)
Random"Cium dulu!" ucap Alunara keukeuh "Nggk!" "Ya udah gue gak mau pergi" tolak aluna sambil mendekat "Minggi-" Cupp Alunara mencium pipi Regantara dengan cepat, secepat kilat "BYE YAYANG REGANTARA!!" teriak alunara yang langsung berlari karena takut...