Baekhyun keluar dari gudang tersebut saat dirasa kekuatannya sudah cukup berkumpul.
"Hoi Byun Baekhyun!" Lelaki berseragam rapih dengan mata bulat mendekati Baekhyun dan langsung merangkul nya tanpa disuruh.
"Ingin jadi apa kau jika bolos seperti ini terus, hah?" Ucapnya. Baekhyun hanya diam, pasalnya teman bermata bulatnya itu terkadang memang tak bisa dibantah. Lagi, Lelaki bermarga Do itu mendekat ke arah kemeja sekolah yang sahabatnya itu pakai.
"Sial. Kau bau sperma Baek!"
"Psstt. Suaramu keras sekali Kyungsoo."
Kyungsoo terkekeh. "Apa kau fikir desahanmu tadi tidak keras, heh? Aku bahkan bisa mendengarnya dari radius beberapa meter."
Sial. Ia tertangkap basah lagi oleh sahabat satu satunya itu. Apa bau sperma ia dan Chanyeol begitu masih menyengat ditubuhnya hingga dapat tercium oleh Kyungsoo? Baekhyun sangat malu sekarang.
"Bagaimana? Apa masih sakit? Aku akan mengajakmu makan ttaekbokki pulang sekolah nanti jika saja Park sialan itu tidak membuat sahabatku susah berjalan."
Pipi Baekhyun merona ketika harus disadarkan oleh hal memalukan yang baru saja ia lakukan dengan orang yang sangat ia sukai seantero sekolah ini.
Sebagai sahabat satu satunya, tentu saja Kyungsoo tahu akan hal ini. Ia tahu semuanya tentang Baekhyun dari yang dikatakan maupun tidak ia katakan atau Baekhyun sembunyikan sekalipun. Ia benar benar hafal dengan sikap lugu Baekhyun yang terlampau polos itu. Terkadang ia kasihan dengan semua hal buruk yang menimpa sahabatnya tersebut. Karena pada dasarnya hanya Kyungsoo-lah yang ingin berteman tulus dengan Baekhyun. Siswa yang lain hanya akan mendekati Baekhyun jika ingin meminta jawaban pada saat ujian. Bahkan orang orang tertentu yang berkuasa dan ditakuti di sekolah dengan tak segan sama sekali akan menyuruh Baekhyun mengerjakan pekerjaan rumah mereka dan akan memukulinya jika ia membantah. Ditambah lagi, setiap istirahat pertama Baekhyun harus berlari terbirit birit untuk tidak kehabisan roti selai kacang yang menjadi favorite ketiga berandal sekolah yang populer itu. Tidak usah disebutkan, kalian sudah pasti tahu.
"Apa baunya terlalu menyengat? Aku akan pergi ke toilet dulu kalau begitu. Kau mau ikut?" Ucap Baekhyun kepada Kyungsoo yang dibalas anggukan oleh si mata bulat.
...
"Apa sekarang masih tercium?" Tanya Baekhyun sembari menggosok gosokkan kemeja sekolah yang sudah ia beri air sebelumnya.
"Hm, lebih baik."
Tiba tiba pintu toilet terbuka dengan sangat kencang dan menampilkan Yifan, Tao, Bobby dan Jackson. Mereka tertawa terbahak bahak sembari mendorong satu sama lain.
Brak.
Tubuh Bobby yang limbung tertabrak mengenai Baekhyun. Baekhyun nyaris saja terjatuh jika Kyungsoo tidak dengan sigap menarik lengannya.
"Hei Bobby, kurasa setelah ini kau harus mandi tiga kali dengan kembang tujuh rupa agar tak terkena alergi dari orang cupu dan terkucilkan sepertinya." Yifan berucap sarkas. Sedang Baekhyun yang sadar jika ialah yang menjadi objek pembicaraan hanya menundukkan kepalanya.
"Yifan, kau jangan seperti itu.. Dengar dengar, badannya bagus untuk dijadikan pemuas nafsu." Kali ini Zi Tao yang berbicara.
"Oh ya? Kau tahu dari siapa?"
"Aku mendengarnya dari seseorang."
"Ya, tak kusangka dia ini adalah seorang jalang. Haha." Tawa Jackson.
Sial. Mereka kini membicarakan orang yang bahkan masih berdiri tidak lebih dua meter dari mereka.
Kyungsoo yang telinganya sudah panas mulai menarik Baehkyun untuk pergi dari manusia manusia laknat seperti mereka.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Reason (CHANBAEK 19+)
FanfictionWARNING 18+ - 21+ NC. YAOI/BxB/BL - CHANBAEK Baekhyun menyukai Chanyeol. Sangat. Tapi ia mulai sadar jika Chanyeol tidak akan pernah menyukainya. Chanyeol hanya menyukai tubuh Baekhyun dan kegiatan panas mereka diatas ranjang. Ya, hanya itu. Tidak l...