Di sekolah Nadia bisa ceriaa..dia tertawa hanya karena lawakan garing dari teman-teman. Terutama teman laki-lakinya. Mereka merindukan Nadia yang bawel. Nadia yang 'manja' kepada mereka. Nadia yang 'lucu'. Sahabat laki-laki Nadia merindukan itu semua.
Sekarang sedang jam istirahat. Biasanya Nadia itu paling males keluar kelas. Dia biasanya akan 'memaksa' sahabat laki-lakinya untuk dititipi kue. Tapi kali ini sahabatnya itu bahkan menawarkan diri untuk membelikannya kue.
"Nad,mau titip gak? Aku mau ke kantin nih. Mau apa?es?mie gelas?atau biskuit?" Andriansyah Saputra.
"Gausah. Ntar aku sama Lili ke kantin sendiri." Nadia
"Tumben mau keluar kamu nad?" Dana
"Heheheh..gapapa Dan,aku nanti malah nangis kalau sendirian hehehe" Nadia
"Nad,jadi ke kantin?" Lili
"Jadi,ayo..kalian mau bareng?" Nadia
"Ayodah bareng." Dana,Andri
Dikantin pada ngeliatin Nadia semua. Hampir seluruh sekolah tau akan hal itu. Guru-guru juga tau. Tapi gak ada yang bahas. Karena mereka takut Nadia jadi stres gara-gara tertekan.
Di kantin Nadia cuma beli Mie Gelas,teh,sama krupuk.
Nadia membawa makanannya ke kelas. Dia lebih suka makan di kelas dari pada di kantin.
Dikelas semua teman-teman Nadia diam dikelas. Ngelawak. Katanya biar Nadia gak merasa kesepian. Biar Nadia gak sedih. Walaupun Nadia sering 'marah' tapi mereka juga sayang ke Nadia.
Setelah makan mereka masuk lagi untuk pelajaran. Jam setelah istirahat pelajaran matematika. Di mapel ini gurunya sangat sayang kepada Nadia. Dia juga seperti keluarga Nadia.
Guru sudah masuk. Bu Syarifah sudah tau masalah yang terjadi. Karena Nadia itu pelajarannya paling jauh/lebih dulu dari pada yang lain jadi Nadia di suruh duduk di samping bu Syarifah.
Perasaan Nadia sudah tidak enak. Dia yakin pasti bu syarifah akan bertanya akan hal ini.
Nadia duduk di samping bu syarifah. Bu syarifah menerangkan kepada teman-teman yang lain. Sedangkan Nadia sudah diberi tugas.
*kalian tau maksudku kan?jadi gini loh... Nadia itukan pintar. Saat teman-temannya masih sampai di Bab 1 Nadia sudah sampai di Bab 2.
Nadia segera menyelesaikan tugasnya agar dia bisa mengajari teman-temannya dan tidak di introgasi oleh bu syarifah. Dia malas jika harus menjawabnya. Karena pasti berujuk menangis.
Tugas Nadia sudah seleai. Dan pas bu Syarifah juga sudah selesai menerangkan. Teman-teman di suruh mengerjakan.
"Bu,ini sudah selesai. Saya akan membantu teman-teman" Nadia
"Iya." Bu syarifah
"Nad,sini bantuin aku" dana
"Iya Dan,bentar ya" Nadia
Nadia mengajari teman-temannya hingga mereka bisa. Semua tugas Nadia sudah selesai. Dia boleh pulang. Dia males sebenernya mau pulang. Tapi dia sudah ditunggu oleh Fathur. Jadi dia harus pulang.
Di gerbang sekolah sudah ada Fathur yang duduk di atas motornya dengan memegang Handphone.
"Dor!" Nadia
"Eh ayam ayam ayam"
"Hahahaha... kenapa ayamnya mas?"
"Ish! Kamu ini ya..nakal.. untung gk jatuh aku!"
"Hehehe..maaf hehe..ayo pulang. Nadia laper"
"Yaudah ayo naik. Pegangan mas mau ngebut"
"Jangan ngebut ngebut ih!aku takut"
"Iyaa iyaa..nggk"
Fathur melajukan motornya dengan kecepatan biasa. Fathur berhenti di depan Indomaret dia mendapat pesan dari kakaknya untuk membeli es krim. Karena anaknya ingin es krim.
"Kenapa berenti?"
"Mbak titip es krim kamu mau juga?"
"Mauuu!!"
"Yaudah ambil sana. Sama ambil snack ya"
"Siap!"
Nadia mengambil beberapa es krim dan snack. Setelah membeli mereka pulang~
-
-
-
-
T
B
C
💔
KAMU SEDANG MEMBACA
Broken Home☺
Teen Fiction[End✔] ''Biarkan aku bahagia dengan duniaku. Jangan campur duniaku dengan dunia kalian.''-Nadia Putri Safira💙 Mulai : 11 Agustus 2019 End :17 September 2019 Sequel : Nadia
