🏩

176 6 0
                                        

Hari ini Nadia berangkat ke sekolah sendiri. Lili tidak masuk sekolah,karena sakit. Di sekolah yang masuk hanya beberapa anak. Dana juga gak masuk,katanya ada acara keluarga.

Suasana Nadia saat disekolah sedikit sepi karena tidak ada yang mengganggunya. Tapi teman-teman yang lain tetap menghibur Nadia. Nadia bahkan tidak di biarkan sendirian. Kemanapun itu (kecuali ke toilet:v)

Sekarang sudah waktunya pulang,Nadia berniat untuk menjenguk Lili. Dia berjalan sendiri dan melamun. Dia berfikir
"Sebentar lagi aku akan lulus,aku akan menemukan teman baru,aku akan merindukan Dana,merindukan Lili,Andri,Nadil,Jimmy dan yang lainnya. Aku akan merindukan guru-guru. Merindukan adek kelasku. Merindukan semuanya~" tanpa sadar air mata menetes.

Nadia sudah sampai dirumah. Tadi dia sudah kerumah Lili. Ternyata lili hanya demam. Dan katanya besok sudah sembuh,semoga saja.

Di rumah,Nadia sendirian. Dia hanya bermain hp,menonton youtube,menonton tv hingga tertidur.

"Nadia bangun sayang." Mama
Nadia yang tertidur masih dengan menggunakan seragam sekolahnya terbangun karena suara mama.
"Hmmm..mama udah pulang?"
"Udah."
Nadia pergi ke kamar mandi untuk mandi,dan bersiap makan sore. Ya,Nadia jarang makan sepulang dari sekolah. Males katanya:v

Hari terus berganti. Nadia sudah mulai sedikit terbiasa dengan keadaan keluarganya yang sekarang. Dia sudah jarang menangis jika sendirian. Dia juga sudah mulai tenang.

Hari ini hari Ulangan Semester Ganjil. Nadia sudah siap,walau dia tidak terlalu mengingat banyak hal. Dia sudah berusaha belajar dengan semampunya.

Hari-hari Ulangan telah berlalu~ sekarang Nadia harus menerima Raport. Pelajaran yang sudah diajarkan dan diujikan akan ditunjukkan hasilnya sekarang. Nadia takut.

Nadia mendapat ranking 2 dikelasnya. Sesampainya dirumah dia menangis. Dia biasanya yang ranking 1 tergeser menjadi ranking 2 dia merasa bersalah. Dia sudah mengecewakan kedua orang tuanya. Dia menangis. Hari itu Nadia pulang ke rumah Papa. Keduanya sudah akrab kembali.

Nadia menangis. Terus menangis. mungkin karena kelelahan hingga dia tertidur. Papa yang baru pulang kerja melihat mata Nadia yang sembab merasa heran apa yang menyebabkan putri kecilnya menangis?
Akhirnya papa membiarkan Nadia tidur.

Disaat Nadia sudah bangun dan sudah mandi. Papa baru bertanya.
"Nadia, kenapa kamu nangis?" Papa
"Nadia gagal paa.. hiks hiks.." Nadia menangis lagi
"Eh..sudah jangan nangis. Gapapa,kamu ranking 2 juga,kamu sudah berusaha. Papa memakluminya. Jangan merasa gagal ya,di semester berikutnya buktikan kalau Nadia bisa. Rebut lagi posisi kamu. Semakin semangat belajarnya. Supaya kamu berhasil ya. Sekarang jangan menangis."
Nadia merasa tenang. Dia berhenti menangis.

.









.









.









.












.










Liburan tiba~ Nadia bermain ke rumah teman-temannya.

Broken Home☺Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang