Nadia sekarang sedang di dalam kelas. Dia berangkat lebih awal karena Fathur ada jam pagi.
Nadia duduk di dalam kelas sendirian. Disaat Nadia sendiri dia selalu mengingat semua kejadian menyedihkan dalam kehidupannya. Nadia mengingat kejadian dimana keluarga kecilnya hancur dengan mudah. Hanya dengan kalimat "kalau kamu gak suka kamu bisa keluar dari rumah ini." Yang keluar dari seorang pria. Cinta pertama Nadia. Orang yang Nadia kira gak akan menyakiti dia. Pria yang sempurna. Pria yang memberi kasih sayang melebihi yang lainnya. Tapi,lagi-lagi "perkiraan" lebih indah dari "Kenyataan".
Nadia sedang menundukkan kepalanya,dia sedang menyembunyikan wajahnya yang penuh dengan air mata. Air mata yang keluar akibat dari dia mengingat kisah menyedihkannya. Kisah yang sudah pasti membuatnya down lagi. Mata Nadia sembab. Dan wajah yang tampak kusam.
Sekitar 15 menit Nadia menangis. Hingga ada seseorang yang memanggilnya.
"Nad!"
Nadia mengangkat kepalanya. Dan mendapati seseorang sahabat laki-lakinya. Sahabat yang selalu menghiburnya. Sahabat yang gak akan pernah membiarkan sahabat perempuannya menangis.
"Kamu kenapa?"
"Eh dana,gapapa kok dan." Nadia senyum paksa ke Dana. Iya,itu Dana sahabat laki-laki yang terbaik bagi Nadia.
"Seriusan? Kok mata kamu sembab? Habis nangis nih pasti.." Dana
"Halah sok tau kamu. Nggk kok Dan,aku gapapa hehehe..seriusan deh." Nadia
"Ooo...jangan bohong ya kamu. Aku tau. Kamu habis nangis." Dana
"Yaudahlah yaa.. aku ga pernah bisa bohong ke kamu. Kamu selalu ngerti kondisi aku." Nadia
"Yakan itu fungsi sahabat Nad." Dana
"Iyadah iyaa.."
"Eh aku punya tebak-tebakan." Dana
"Tebak-tebakan apa?"
"Apa bahasa Indonesianya What?" Dana
"Hah? Masa kamu gak tau. Kan kamu les. Mana mungkin kamu gk tau-_"
"Apa bahasa Indonesianya What?" Dia ngulangi lagi.
"Apa" jawab Nadia
"Iyaa..apa bahasa indonesianyab What?"
"Ya, Apa Danaaaa..." Nadia mulai kesel.
"Ih. Aku tanyaaa kamu malah balik tanya. Katanya juara 1 tapi gak tau." Dana
"Serah Dan,serah!" Nadia kesel. Dia ngepoutin bibirnya. Dana ngeliat Nadia dalam ekspresi itu malah ketawa.
"Heh! Aku keselnya. Jangan ketawa"
"Hahahha.... kamu lucu Nad,kaya beruang hahahaha.."
"Awasss ya kamu Danaaa!!! Jangan larii!" Dan berakhir dengan Nadia yang lari-larian mengejar Dana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Broken Home☺
Fiksi Remaja[End✔] ''Biarkan aku bahagia dengan duniaku. Jangan campur duniaku dengan dunia kalian.''-Nadia Putri Safira💙 Mulai : 11 Agustus 2019 End :17 September 2019 Sequel : Nadia
