Hari ini minggu ke-2 Nadia tinggal di rumah kos. Nadia bangun pagi karena ada janji dengan Papa. Sebenernya dia masih takut. Tapi berhubung ketemunya di rumah bibi dari papa,jadi Nadia mau. Dan mama juga mengijinkan.
Nadia mengendarai motor sendiri. Iya,sebenernya gaboleh. Tapi Nadia sudah bisa,jadi di izinkan.dan karena jarak rumahnya yang tidak terlalu jauh.
Sekarang Nadia sudah di rumah Bibinya. Dia hanya sedang menunggu papa.
Saat baru sampai tadi bibi Nadia memeluk Nadia dan berkali-kali mengucapkan kata "maaf". Nadia tu gabisaa diginiin~
Papa Nadia sudah datang. Tapi Nadia masih takut untuk menemui papa. Nadia masih trauma. Sampai~
"Nadia.. ayo keluar papa sudah ada didepan." Bibi
"Bibi, nadia takut:(Nadia takut papa marah😣"
"Tenang, ada bibi bersama mu"
Nadia dan Bibi pergi keruang tamu. Dan sudah ada papa disana.
"Nadia. Kamu gak kangen sama papa?" Papa Nadia bertanya dengan membuka kedua tangan dan mengisyaratkan untuk memeluk.
Nadia yang memang sudah merindukan papanya berlari dan memeluk papa dan tentunya dengan air mata yang mengalir. Air mata yang keluar itu air mata kerinduan,tapi juga air mata kekecewaan.
"Nadia,maafin papa,papa salah,papa udah buat Nadia sedih. Maafin papa,papa udah buat Nadia kecewa. Maafin papa,papa udah buat hati putri kesayangan papa hancur. Maafkan papa,sudah menghancurkan kepercayaan kamu Nadia."
Nadia hanya menangis. Jujur dia merasa kecewa. Dia merasa hancur. Dia merasa sakit. Dia ingin sekali bertanya banyak hal. Dia ingin kepastian. Dia ingin penjelasan. Dia ingin tau semuanya. Nadia tidak bisa berkata apa-apa. Mungkin cuma dengan air mata Nadia menetes didepan papa bisa menyadarkan papa,bahwa dia salah. Dan mungkin dengan membiarkan papa selama 1 minggu bisa membuat papa berfikir.
Hari itu dilewati Nadia dengan bahagia. Walau bahagianya tidak sepenuhnya. Dan,sekarang Nadia harus pergi. Dia harus kembali ke mama untuk mempersiapkan ujiannya.
"Pa, nadia pamit, nadia bakal kesini lagi:)papa jaga diri ya. Nadia sayang papa,nandia harap papa sayang juga sama Nadia,tapi...mungkin nggk ya pa? Kan papa udah nyakiti hati Nadia. Tapi Nadia masih berharap papa bisa sayang lagi sama Nadia. Bibi, nadia titip papa. Tolong jaga Papa Nadia selama Nadia gak kesini hehehe lebay ya? Gapapa,kan Nadia sayang papa. Dan bibi,gausah merasa bersalah ya. Itu bukan salah Bibi, papa waktu itu mungkin lagi marah hehehe.. Nadia pergi assalamualaikum:)"
Setelah kepergian Nadia semua orang menangis. Semua orang merasa bangga kepada Nadia. Kenapa? Karena dia masih bisa tersenyum walau dalam keadaan hatinya yang hancur. Jika hancur karena cinta mungkin masih biasa,tapi ini? Hancur karena hatinya yang dikecewakan oleh cinta pertamanya,sang ayah.
Nadia sudah sampai dirumah. Dia masuk ke kamar dia menutup pintu dan menangis di dalam kamarnya. Nadia tidak sekuat seperti yang kalian kira. Nadia juga manusia,Nadia masih anak-anak. Dia juga lemah. Di pojokan kamar Nadia menangis dan berteriak sekeras mungkin. Dia meneriakkan kata...
"Kenapa?! Kenapa harus Nadia?! Kenapa harus papa?! Kenapa?! Kenapa papa harus ngelakuin itu?! Apa salah Nadia ke papa😣?!" Nadia terus berteriak dan menangis hingga dia kelelahan dan tertidur disana.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
😣
KAMU SEDANG MEMBACA
Broken Home☺
Fiksi Remaja[End✔] ''Biarkan aku bahagia dengan duniaku. Jangan campur duniaku dengan dunia kalian.''-Nadia Putri Safira💙 Mulai : 11 Agustus 2019 End :17 September 2019 Sequel : Nadia
