🏘

233 11 1
                                        

Cieee...aku double up:v awas ga vote ya_-.g ding canda~

Happy Reading💚

Terhitung sekitar 1 minggu sudah Nadia pergi dari rumah papa. Dan berarti 1 minggu juga dia sudah tinggal di rumah bibinya.

Sekitar 1 minggu lagi Nadia harus melaksanakan Ujian Semester Ganjil. Mama Nadia berniat mencarikan kos/kontrakan rumah untuk mereka tinggali. Mama Nadia mencari rumah yang lokasinya dekat denga  sekolah Nadia.

Mama Nadia berhasil menemukan rumah yang cocok. Hari ini Nadia dan Mama akan mulai menempati rumah itu. Nadia sudah tau. Dan yang membantu mencarikan rumah kos itu keluarga Dana. Karena memang keluarga Nadia dan Dana sudah sangat akrab.

Nadia merasa tidak nyaman dengan lingkungan barunya. Dia malam pertama Nadia susah tidur. Karena dia merasa gerah. Dia terbiasa tidur dengan kipas angin. Jadi dia merasa gerah. Akhirnya mama memindahkan kasurnya ke ruang tamu,agar mendapatkan angin dari jendela.

Dipagi hari Nadia berangkat ke sekolah bersama Lili. Iya,karena Lili sudah tau rumah Nadia yang baru.

Mereka sudah sampai di sekolah. Dan seperti biasa sekolah terlihat masih sepi, Nadia dan Lili berjalan ke arah kelas. Di dalam kelas sudah ada tas Dana, namun tidak ada orangnya.
Tiba-tiba...
"Doorr!!" Dana
Nadia dan Lili terkejut. Mereka reflek melompat:v Dana tertawa melihat ekspresi wajah Nadia dan Lili yang lucu saat terkejut.
"Ish! Dana! Kamu yaa.. gausah bikin orang kaget deh! Ntar kalau aku jantungan kamu tanggung jawab yah!" Nadia
"Tau ish dana! Masih pagi bikin orang emosi aja!" Lili
"Hehehe..maaf deh maaf.." Dana merasa bersalah. Namun Nadia dan Lili mengabaikan dia.

Dana yang terkacangi melihat Nadia yang akan membaca buku berniat mencari perhatian,karena dia sudah dikacangi:v. Dana mengambil buku Nadia disaat Nadia sedang asik membaca.
"DANAAAA!!!Isshhh.. balikin. Aku mau bacaa!!" Nadia yang ukurannya lebih pendek dari Dana jinjit:v. Tapi tetap tidak sampai.
"Iishh..Dana.. balikin😐kalau gk di balikin awas ya kamu tanya matematika ke aku nanti! Gapeduli." Nadia kesal,dia kembali ke bangkunya. Dan mengambil buku yang lain untuk dibaca.
Sedangkan Dana? Dia tertawa. Tapi dia takut juga. Takut gak di ajari saat matematika. Akhirnya dia minta maaf.
"Eh Nadiaa..jangan dong.. aku minta maaf:(nih aku balikin/kasih buku ke Nadia." Dana
"Gapeduli." Nadia
Dan bel masuk berbunyi.~
Hari itu Nadia mendiamkan Dana. Bahkan saat Dana bertanyapun dia acuhkan. Padahal biasanya dia sangat peduli,tapi sekarang tidak,Nadia masih kesal.

Di rumah Nadia cuma diam. Dia menghabiskan waktunya dengan bermain hp,dia bercerita dengan  sahabatnya yang lokasinya dekat dengan rumah papahnya. Iya, Tyas siapa lagi.

Tyas🍑
.

Tyas,kamu gak liat papa aku?
.

Nggk Nad,kamu jangan pikirin papa kamu terus ya.. kamu mau ujian. Nanti kamu malah kepikiran dan gk fokus:(
.

Iy, gak bakal kepikiran kok aku:)

.

Dan banyak lagi. Nadia bertanya karena dia merindukan papanya. Dia sempat mendapat pesan dari sang Bibi dari keluarga papa. Tapi dia takut untuk membalasnya. Dia masih tidak kuat mental. Perasaannya masih lemah.

Malam sudah datang. Sama seperti malam-malam sebelumnya. Nadia belajar sebelum tidur. Setelah belajar dia tidur,tapi dia tidak langsung tidur,karena dia masih memikirkan papa. Dia merindukan papa. Dia khawatir. Bagaimana keadaan papa? Apa papa sudah makan? Apa papa baik-baik saja? Apa papa tidak sakit? Dan,apakah papa juga merindukan aku?. Nadia kecil yang malang,dia sangat merindukan sang papa. Dia merindukan pelukan hangat,ciuman selamat malamnya,suara sang papah saat membelanya,merindukan kalimat" papa sayang Nadia, Nadia sayang papa kan?" Lalu Nadia berfikir kembali." Kata orang jika sayang,mereka gak akan nyakitikan? Mereka gak akan buat nangiskan? Gak akan buat kecewa bukan? Tapi kenapa papa buat Nadia kecewa? Buat Nadia nangis? Kenapa? Apa papa udah gak sayang sama Nadia?" Dan Nadia menangis lagi.

Disatu sisi mama Nadia yang mendengar ocehan Nadia hanya bisa menahan tangisannya. Mama Nadia tidak tidur hingga Nadia tertidur. Setelah Nadia tertidur mama memeluk Nadia. Dia mengeluarkan semua air matanya. Semuanya.
Ya,itulah sifat mama Nadia,yang terlihat tegar di depan Nadia, namun sebenarnya dia lebih rapuh dari Nadia.

Pagi sudah datang~ Nadia sudah bangun. Dan berangkat kesekolah seperti biasa.

Di sekolah lagi-lagi Dana mengusili Nadia. Nadia sudah muak akhirnya dia biarkan saja Dana. Terserah dia mau apa.

Broken Home☺Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang