Mingkwan's POV
"Jadi, dia selamat lagi? Baiklah, sepertinya ini peringatan untukku.
Aku akan membuatnya menderita, lebih menderita daripada aku, lebih menderita daripada anakku.
Ta-tapi, apa aku benar-benar harus melukainya? Apa aku melakukan hal yang benar?
Tidak! Jangan goyah Mingkwan!
A-aku sudah melakukan hal yang benar, iya kan sayang?"gumam Mingkwan sambil memandang poto anak perempuannya dan tanpa sadar airmatanya jatuh
.
.
.
Yuhuuuuuuu~
Akhirnya bisa up jugaaaaa
Ehhh ini seperempat up deng wkwkwk
Maaf yaa gk up", karena lagi bener" sibuk di reallifeee~
Semoga hari ini bisa up fullchapnyaaaaa
Jgn lupa vomment cuyunggggg
Please jgn jadi sider
