Perkenalan 1

37 8 2
                                        


"Trus gimana pak....?" tanya Risa mencoba menyabarkan dirinya.
______________________________________________

"Apanya neng...?" tanya balik pak satpam

"Bapak itu pikun atau gimana sih. Tadi katanya mau laporan sama pak kepala sekolah!!. Kok ngga lapor-lapor sih, hmmm.!??" jelas Risa tersenyum dipaksakan.

"Oh iya, bapak lupa neng.sebentar ya..Jangan kemana-mana." perintah pak satpam.

"Iya. Cepet!. Lama banget sih."

Satpam itu nampak acuh lalu melenggang pergi sambil bergumam.
"Wes wes.., ngesakke mengko nk wes duwe bojo. Bojone mesti disentak-sentak wae. Hihihi ayu-ayu kok koyok macan, buas." kikiknya dengan logat khas jawa.

*Ruang Kepsek

Tok tok tok...

"Ya,. Silahkan masuk.." suara berat terdengar dari balik pintu yang masih tertutup. Dia pak Handoko, Kepala sekolah di SMA cakrawala ini.

Pak Handoko, bukan sosok kepala sekolah dengan perut buncit, kumis tebal, kacamata pipih persegi yang bertengger di hidung, tubuh pendek, mata bulat tatapan sangar juga kasar yang kalian bayangkan. Bukan. Beliau bukan sosok seperti itu.

Tapi ia adalah seorang kepala sekolah bertubuh jangkung, kumis tipis, tatapan teduh, tapi bukan berarti ia tak berwibawa. Justru itu, ia tak kasar tapi tegas.
Sangat friendly dikalangan muridnya, Ia juga bukan tipe kepala sekolah yang datang cuma ngisi absensi guru:'). Tapi ia juga ngisi beberapa materi pelajaran ekstra disekolah. Karate. For your information, ia merupakan mantan atlet karate nasional terbaik.

Pak Sarto(satpam) mambuka pintu dan masuk.

"Silahkan duduk pak,." pak Handoko mempersilahkan duduk pak Sarto setelah ia menutup pintu kembali.

"Ada perlu apa pak? apa ada siswa yang terlambat lagi?" tanya pak Handoko menatap lekat pak Sarto.

"Eh,, tidak pak.. seminggu ini aman-aman saja setelah bapak mengeluarkan peraturan baru itu." jawab pak Sarto.

"Lalu..??".

"Saya cuma mau bertanya, apakah disini akan ada murid pindahan baru?" tanya pak Sarto sopan.

"Iya pak, ada. Dari Bandung, namanya kalo nggak salah,..Risa. Risa siapa ya..saya juga baru dapat info kemarin dari kesiswaan." terang pak Handoko.

"Hari ini harusnya mulai masuk, karena persyaratannya sudah beres semua. Memang kenapa pak?" tambah pak Handoko.

"Ehmmmm lah dalah...pangapuntene pak., neng Risa sudah datang cuma terlambat tadi, lalu saya tahan dulu. Saya kira dia mata-mata dari sekolah lain." kata pak Sarto sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal tersenyum kikuk, ia merasa bersalah.

Mata pak Handoko nampak menyipit lalu ujung bibirnya tertarik keatas. Ia tersenyum hingga terkikik pelan. Heran dengan sikap kewaspadaan berlebih satpam yang baru ia rekrut 1 tahunan ini.

"Pak Sarto ini ada-ada saja. Yasudah tak apa, sekarang panggil Risa untuk menemui saya. Saya yakin dia pasti sudah merasa sangat kesal dituduh macam-macam sama bapak." kekeh pak Handoko..

"Baik pak...maafkan saya sekali lagi pak.."

"Iya tak apa..".

Pak Sarto pun membuka pintu

"Astaghfirullah. eh ayam ayam." latah pak Sarto kaget saat menemukan Risa yang sudah berdiri didepannya dengan tatapan tajam juga senyum yang tak bisa diartikan.

"Saya mau masuk pak satpam jelek., udah tau kan saya murid baru?" gerutu Risa

"Ehh,.neng Risa ngagetin aja. Maafkan bapak neng, bapak salah kira." ujar pak Sarto  berdiri mematung didepan pintu.

"Iya gak papa. Lain kali jangan ulangi lagi loh pak! kesel tau nggak sih?!". dengus Risa kesal. Pak Sarto hanya mengangguk dan cengengesan tak jelas.

"Ck.., yaudah bapak minggir bisa nggak?! saya mau masuk!."

"..oh ya neng cantik..monggo masuk."

"Dih.,genit."gumam Risa melirik pak Sarto lalu melangkah masuk ke Ruang Kepsek.

Setelah memastikan Risa benar-benar masuk kedalam, pak Sarto pun kembali ke pos untuk berjaga atau sekedar menyesap kopi paitnya.

Tap tap tap...derap langkah Risa terdengar berirama, membuat seseorang yang tengah duduk membelakangi sebuah meja memutar kursinya 180 derajat. Siapa lagi kalau bukan kepala sekolah SMA elit ini. Yap. Ia adalah pak Handoko.

"Selamat Pagi nak Risa.." sapa pak Handoko setelah dirinya sejajar berhadapan dengan Risa.
"Silahkan duduk nak.." tambahnya.

"Ehm, Ya. Terimakasih." ucap Risa setelah mendudukkan dirinya di kursi berhadapan.

"Baiklah.., Saya ucapkan selamat datang di SMA Cakrawala ini dan semoga selama satu  tahun kedepan kamu bakal senang berada disini." ucap pak Handoko tenang dan tersenyum ramah.

"Ehm,.semoga. Ngomong-ngomong saya dikelas 12 IPA berapa pak?" tanya Risa

"Ohh iya sebentar saya cek dulu hasil tes kamu." ucap pak Handoko memutar kursinya kembali nampak mencari sebuah berkas.

Memang, disekolah ini melakukan tes dulu sebelum masuk. entah itu siswa baru ataupun siswa pindahan.
Setelah beberapa saat mencari, pak Handoko meletakkan sebuah map biru didepan meja. Tangannya pun mulai membuka lembaran nya.

"Risa Hanindya pindahan dari SMA Gempita Bandung, kamu masuk ke kelas 12 IPA 3. Dengan wali kelas nya ibu Desi Suatmaja." terang pak Handoko sambil membaca map tersebut.

"Baiklah pak, saya akan masuk sekarang. Karena ini benar terlambat dan pasti sebentar lagi akan istirahat."

"Dasar ka--." ucapan pak Handoko terpotong.

"Yasudah jika tidak ada yang diperlukan lagi saya permisi pak." Risa bangkit dan akan beranjak pergi, namun langkahnya terhenti saat ia teringat,.

"Maaf pak., saya tidak tahu dimana letak ruang kelas saya." ujar Risa merutuki dirinya sendiri. Kau bodoh Risa.!

"Hahah.. saya tahu kamu tak mau berlama-lama disini, makanya kamu ingin cepat pergi sampai lupa menanyakan letak kelas sendiri. Risa, Risa.." ejek pak Handoko sedang Risa hanya bisa menunduk menahan malu.

"Kelas mu ada dilantai 2 sebelah kiri dari tangga, dari situ kamu langsung bisa melihat papan nama perkelas. kebetulan, bu Desi sedang mengajar di kelasmu." sambung pak Handoko.

"Terimakasih pak, saya permisi."

_---.

TBC.

Huhu...maafkan aku readers,.banyak typonya...
Ceritanya gak jelaskan:'(

Terimakasih...

RISATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang