"Hmm... Dua puluh delapan menit setelah chat kamu yang terakhir," kata Jeno sambil melihat jam pada layar hapenya. Dia sunggingkan senyum pada orang di depannya ini yang sekarang sibuk mengatur napas. "Tepat waktu banget, Njun! Padahal kalaupun kamu datangnya masih lima belas menit lagi juga aku nggak masalah!"
Renjun mengangkat sedikit maskernya, supaya bisa lebih mudah menarik napas yang tertinggal, "...aku nggak mungkin bikin kamu nunggu lebih lama lagi... Kamu bahkan belum istirahat dari setelah bimbel."
"Wah, pengertian! Aku terharu!"
Pengertian, katanya. Di balik masker, Renjun menarik senyum kecut, merasa tidak pantas mendengar pujian macam itu dari Jeno yang jelas-jelas juaranya dalam masalah pengertian. "...kamu udah makan?"
"Hm? Belum. Kenapa? Mau makan?"
"Kalau belum, ya kita cari tempat makan." Renjun lihat Jeno menahan senyumnya, seperti yang mencari secercah kode dari kata-katanya. "...aku udah makan, jadi kamu nggak perlu melihatku kayak begitu...."
"Oh, kukira tadi kita bakal makan beda meja lagi! Kalau kamu sudah makan, berarti kita bisa semeja kan?"
Bisa, tentu bisa! Kalaupun Renjun belum makan, dia juga akan lebih memilih untuk sengaja menahan lapar saja daripada harus pisah meja seperti saat pertemuan mereka yang pertama. Ugh, Renjun tidak ingin mengingat lagi bagaimana Jaemin dulu langsung mengatainya waktu tau acara makan bareng mereka ternyata tidak se-'bareng' yang diceritakan.
Saat ini, di stasiun masih jam ramai. Tidak ingin terlalu lama berada di tengah arus manusia naik turun kereta, Jeno mengajak Renjun cepat keluar dari stasiun. "Ayo? Kita cari makan di luar."
Tangan diulurkan beberapa saat, tanpa sambutan dari Renjun.
"Njun? Tanganku nganggur nih? Nggak kasian?"
"...dingin ah, gak mau. Enakan nyimpen tangan di kantong jaket...."
"Di mana-mana juga kalo dingin enak gandengan!"
"Tapi aku nyimpen penghangat di kantong!" Dia beri lihat apa yang dia maksud. Heat pack.
Renjun berharap dengan dia memberi lihat penghangat tangannya, Jeno akan kehabisan alasan untuk menggandeng tangannya. Tapi Renjun lupa, Jeno selalu yang lebih pintar di sana. Dengan cepat, Jeno genggam tangan Renjun yang memegang heat pack, "Ya udah, kalo gitu bagi-bagi ya! Aku juga kedinginan!"
Renjun tidak bisa membantah lagi, apalagi Jeno memang tidak memberi kesempatan untuk itu. Jeno langsung menarik Renjun ke luar dari sana, sambil terus menambah alasan macam 'lagi ramai!', 'nanti takut terpisah!', ...dan masih banyak yang lainnya. Alasan apapun itu, yang penting, itu bisa membuat tautan tangan mereka tidak terlepas.
.
.
.
Tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
[✓] dating app [noren] (chat)
Fanfiction「。。。awalnya cari temen 。。。」 cast: lee jeno, huang renjun, nct sidepairs!!!markmin
![[✓] dating app [noren] (chat)](https://img.wattpad.com/cover/158911256-64-k117953.jpg)