Malam ini hujan turun, hawanya yang sejuk menenangkan hati dan pikiran. Terlihat seorang gadis sedang duduk bersandar pada jendela kamarnya, mengamati setiap orang berjalan tergesah gesah menghindari derasnya air hujan yang turun secara tiba-tiba.
Son Juyeon alias Son Eunseo nama itu selalu mengisi pikirannya, setiap hari, setiap jam, setiap menit, setiap detik, setiap saat, kapanpun dan dimanapun.
Helaan napas dalam terdengar "seo.. bbo kangen" gumamnya pelan, sesekali ia mengecek ponselnya. Berharap seseorang yang ia tunggu menghubunginya.
Ia melempar asal ponselnya dan lanjut melamun, air hujan yang belum berhenti juga. Ia tambah cemas, ia berdoa agar hujan reda agar ia dapat menemui gadis itu.
Sudah dua minggu ini Eunseo hilang tanpa kabar, Bona mulai khawatir akan keadaan Eunseo. Apa dia nggak tau betapa khawatirnya Bona saat ini? Apa dia nggak sadar, bahwa ada seseorang yang masih menanti dengan setia? Hahhh..
Tringg! tringg!
Dering telpon pun berbunyi, Bona menoleh dengan malas ke arah ponselnya yang tergeletak asal. Ketika nama Eunseo yang tertera dilayar, dengan cepat ia mengambil ponsel itu.
"Hal-"
"SEO!! KAMU KEMANA AJA HAH? SEMINGGUAN LEBIH ILANG TANPA KABAR, SENENG YA LIAT AKU MENDERITA? IYA?" Semprot Bona kesal, Eunseo terkekeh saat mendengar omelan Bona yang menurutnya lucu.
"Ya ampun bbo, bisa tenang sedikit? Telinga aku pecah nih kayaknya" ujar Eunseo.
"Ya abisnya, lagian nih ya kamu udah ga ada kabar selama dua minggu lebih dan kamu sukses bikin aku pusing. Hari ini kamu nelpon aku tanpa dosa. Kamu tau ga sih, aku khawatir sama kamu, aku nyariin kamu, aku sampe ga bisa tidur gara gara kamu dan kamu sempet sempetnya ya bercanda?" Ujar Bona meluapkan uneg unegnya yang ada di hatinya yang tersimpan selama berminggu-minggu.
"Iya iya, maafin. Aku bukannya mau bikin kamu khawatir tapi aku belakangan ini sibuk kuliah, ngurusin ini itu. Maaf aku hilang tanpa kabar itu karena kuota abis dan juga pulsa. Ini aja baru beli hiks" ucap Eunseo sok sedih
"Tuhkan nyebelin, kan bisa pake hp temen kamu atau siapa lah gitu buat ngabarin aku"
"Ngga ah, kalau aku minjem hp temen aku yang ada kamu diambil dia. Aku ga mau ya ngerelain milik aku untuk orang lain, aku susah loh dapetin kamunya. Masa orang lain dengan gampangnya dapetin kamu, hih"
Senyum Bona merekah dan juga pipinya merah merona kala mendengar ucapan Eunseo, detak jantungnya berdegup tak karuan. Ya! Dia sedang gesrek sekarang.
"Bbo?"
...
"Halo bbo?"
....
"Sayang? Halooo"
...
"Yah! Kamu ga lagi pingsan kan?!"
...
"Yaudah, aku tutup nih ya telponnya?"
"Peluk.." ujar Bona tanpa sadar dengan senyum yang masih merekah diwajahnya
"Hah? Apa bbo? Sinyalnya krasak krusuk nih"
"Mau peluk.." ucap Bona masih tanpa sadar.
"Hm apa kak? Sinyalnya jelek ni"
"Ha-ah? kenapa seo?"
"Kamu tadi bilang apa? Sinyalnya lagi ga bagus"
"A-ah! Ngga kok" ucapnya salah tingkah, ia masih menuruki dirinya.
"Aduh! bodoh banget sih, untungnya ga denger" ujar Bona dalam hati
YOU ARE READING
WJSN | Oneshot
FanfictionOnly WJSN member! 🚨do not read my story If you are homophobic🚨
