SATU

48 8 0
                                        


Sungguh indah matahari
Yang tampak manis menyinari isi bumi

>>><<<

Pagi ini, bahkan sangat pagi Alex melakukan kegiatan rutinnya. Ya, membangunkan adiknya--Clara karena Alex selalu sholat subuh,dan selanjutnya dengan rasa semangat paginya ia akan membangunkan si Kebo. Ralat, maksudnya adiknya yang lagi bobo cantik.

"Dek, lo mau bangun apa, nggak? Sholat! Jangan sampai waktu subuh habis," ucap Alex, lebih tepatnya perintah karena Clara sangat sulit jika disuruh apapun kecuali Alex, mama, dan papanya, dia bisa secepat kilat mengiyakan. Tetapi hari ini, hanya ada Alex, sebab mama dan papa mereka sedang ada bisnis di luar kota.

Saat merasa tidak ada sahutan dari dalem, Alex memutuskan untuk menerobos masuk ke kamar adik perempuannya ,kamar itu memang tidak pernah dikunci.

"Dek! Woy! Ayolah buruan bangun! Mau bangun jam berapa lagi, atau mau bang Alex telponin papa?" ujar Alex sembari membuka gorden kamar yang bernuansa pink putih itu.

"Argh! Huamm!" racau Clara setengah sadar sambil menguap khas bangun tidur

"Mandi sana!" perintah Alex sambil melangkah keluar

"Emang ini derita punya abang kek dedemit!" gerutunya sambil menuju kamar mandi dalam keadaan mengucek-ngucek matanya. Setelah itu ia berwudhu untuk melaksanakan Sholat subuh.

"Gua masih bisa denger nih ya!" ucap Alex dengan nada mengancam sambil menutup pintu kamar adiknya.

"Maaf, iya iya, Clara mandi ini sekalian ambil wudhu buat Sholat mendoakan agar Bang Alex cepet insaf. Haha!" ledeknya sedikit berteriak lalu berlari menuju kamar mandi.

Setelah menunaikan ibadah subuh, Clara membereskan peralatan sekolahnya dan bergegas turun untuk menemui kakaknya yang sedari tadi mengoceh karena Clara terlalu lama di dalam kamar.

"Bang mama sama papa kapan pulang?" Clara bertanya dan menghentikan aktivitasnya memakan buah.

Nunggu kabar aja dek!" jawab Alex seadanya.

"Hmm iya," gumam Clara melanjutkan kegiatan makannya karna takut kalau-kalau pingsan karena tak sarapan padahal ia hanya memakan sebuah apel.

"Bang ayok, ntar gua telat lagi kan cape, hukuman menghampiri gua mulu yang ada!" ucap Clara sambil merapikan pakaiannya.

"Yaudah ayok!"

----------

Sekitar 25 menit jarak tempuh menuju sekolah Kusuma Wijaya 03, akhirnya Alex memarkirkan mobilnya lalu turun bersama Clara.

----------

"Yaudah Bang, aku masuk dulu!" pamitnya sambil salim sama abang kesayangan.

Clara memasuki kelas yang notabennya dihuni oleh kaum dedemit itu masih kosong. Clara langsung menduduki kursi tahta kewibawaannya yang tepat berada di hadapan meja guru.

"Huft! Kepagian lagi kepagian lagi!" monolognya sambil meletakkan tasnya dan langsung menenggelamkan kepalanya diatas tangannya.

5 menit para "dedemit"--murid-- kelas berdatangan dan juga dibarengi dengan sahabat karib Clara.

5.Sherrin maldina

Sherrin maldina

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
D I ATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang