Matahari masih diatas kepala, menandakan waktu masih siang hari. Dimana waktu ini adalah waktunya suhu berada pada titik tertinggi.
Tetapi yang terjadi disini adalah sebaliknya, selain suhu yang sangat dingin ini, bahkan suana disini sangat mencengkam! Seperti akan terjadi bencana dalam waktu dekat.
Memangnya siapa lagi yang bisa membuat suasana menjadi seperti ini selain mereka berdua. Ya, itu tidak lain adalah Anulika dan seorang wanita yang diduga kakaknya.
Pada saat ini Anulika telah turun dari punggung Witora, dan berdiri disampingnya. Rebbeca saat ini sedang berada di punggung Witora. Witora tidak takut Rebbeca akan terjatuh, itu karena Rebbeca mencengkeram rambut-rambut Witora dengan sangat kuat.
Tidak hanya itu, setelah melakukan beberapa percobaan saat melewati tantangan di hutan, Witora dapat mengendalikan seluruh tubuhnya dengan lebih sempurna. Dia saat ini, melingkarkan ekor panjang yang berbulunya itu ke perut Rebbeca. Witora sangat berhati-hati karena takut membuat Rebbeca sesak. Tetapi setelah melakukan ini, keamanan Rebbeca semakin terjamin.
Rebbeca adalah Reinkarnasi dari jiwa dunia lain jadi dia tidak bodoh, dia tahu bahwa Witora mengkhawatirkannya dan membiarkan dirinya terikat dengan ekor. Awalnya dia enggan, tetapi setelah merasakan bahwa ekor Witora sangat nyaman, Rebbeca mengubah ekspresinya menjadi penuh kepuasan.
Abaikan itu. Sementara Rebbeca sedang menikmati barang ekor, Suasana antara Witora, Anulika dan gadis itu sangat sengit.
Walaupun Witora awalnya tidak terlalu peduli dengan urusan internal ini, tetapi setelah memperhatikan lebih dekat, dia melihat bahwa gadis itu menatap Rebbeca, Anulika dan Witora dengan memandang rendah.
Di seluruh hidupnya, ini adalah pertama kalinya Witora dipandang rendah. Jadi dia merasa tersinggung, harga dirinya sebagai 'Pemain Kasar' ikut terluka, jadi dia ikut campur dalam konflik untuk mempertahankan rasa dominannya.
Selain itu, melihat bahwa anaknya diperlakukan seperti ini depannya. Membuat Witora merasa tidak berguna sebagai seorang ayah. Walaupun Rebbeca tidak peduli dipandang rendah, tetapi hal ini membuat Witora tidak bisa diam saja.
"Anulika, Siapa dia?"
Anulika tidak menjawab pertanyaan Witora bahkan tidak melihat Witora, tetapi sebagai gantinya dia membuat tanda dengan tangan kirinya agar Witora diam.
"Selamat siang Kakak pelacur, Edena Myne."
Tidak menunggu jawaban Edena Myne yang adalah kakaknya. Dia berjalan melewatinya dan memasuki halaman mansion. Witora tidak bisa berkata, namun pada akhirnya dia berjalan mengikuti Anulika di belakangnya.
Sudut mulut Edena Myne berkedut melihat tingkah laku tidak sopan adiknya. Tapi seolah-olah dia sudah biasa akan hal ini, dia menghela nafas dan berbalik dan melihat punggung adiknya.
"Kali ini apa yang kau bawa?"
Mendengar sebuah suara halus dan lembut dibelakangnya, Witora dan Anulika menengok. Tetapi apa yang mereka lihat hanyalah sebuah orang-orangan salju yang manis.
Witora terkejut tapi tidak untuk Anulika. Dia hanya sedikit menengok dan kembali berjalan menuju pintu utama mansion itu. Witora segera mengikuti Anulika, dan membiarkan Rebbeca tetap kagum menatap Orang-orangan salju itu.
Pintu itu terbuat dari kayu yang mewah. Walaupun ukuran pintu itu besar, tetapi itu tidak cukup untuk menarik perhatian Witora. Tetapi setelah diperhatikan lebih teliti, terdapat beberapa ukiran-ukiran aneh pada pintu. Walaupun pola ukiran itu terlihat aneh, tetapi hal ini tidak membuat Witora merasa tidak nyaman. Justru yang dia rasakan adalah perasaan nyaman.
KAMU SEDANG MEMBACA
Reincarnation Become a Wolf With the System
AdventureWitora Bayu, Seorang laki-laki berusia 27 tahun. Berasal dari Negara Indonesia yang sedang melakukan perjalanan menuju Kutub Utara. Mengelilingi Kutub Utara dengan peralatannya yang lengkap untuk bertahan di suhu yang teramat dingin. namun sebuah l...
