Di dalam gelapnya gua, Witora dapat melihat sejelas siang hari. Namun tidak untuk gadis ini, pengelihatannya penuh dengan kegelapan tanpa akhir.
Berjalan lurus mengikuti satu-satunya jalur yang ada. Dinding gua itu tinggi dan terbuat dari batu yang terselimuti lapisan es.
Witora merasakan tubuh gadis itu sedikit menggigil, entah itu ketakutan atau apa? Yang pasti tekad anak ini kuat! Buktinya dia tidak mengeluh sedikitpun tentang ini.
Seringkali Witora merasakan gadis ini mengeratkan cengkeramannya. Itu membuat Witora merasa aneh di bagian yang ia sentuh.
"Hei gadis kecil, Kau ketakutan?" Suara Witora terdengar di tengah gelapnya gua.
"Aku tidak ketakutan!" gadis kecil menjambak-jambak Witora.
"Ahh!! Hei! Hentikan itu!" Witora meraung kesakitan.
"Itu kesalahan paman!" Suaranya ringan dan menyegarkan.
"Baik-baik hentikan itu! Aku tidak akan menggoda mu lagi."
Gadis itu tidak menjawab, tetapi yang terdengar hanyalah dengusan, "Hmmph!" Gadis kecil mengembungkan pipinya.
Jika saja Witora melihat apa yang dilakukan gadis ini, ia mungkin akan mengangkat jempol dengan comment "Cute!"
Tanpa Witora sadari, setiap jangka 10 meter terdapat sepasang giok es yang tertanam di masing-masing sisi dinding gua. Berbentuk segi lima yang terlihat unik.
Setiap Witora melewati sepasang giok, itu akan mengeluarkan cahaya cerah yang sejuk, menerangi kegelapan yang menyelimuti gua yang gelap.
Tentu dengan adanya cahaya yang berasa dari giok es, itu akan menarik perhatian gadis kecil tersebut. Bukan karena hal lain, itu adalah cahaya pertama yang ia lihat disini jadi tentu saja akan menarik perhatiannya. Dan juga, bentuk giok es itu sangat indah dengan beberapa dekoratif yang terpahat di giok tersebut.
"Ini sangat indah ..."
Witora tidak tahu apa yang dimaksud gadis ini? Karena dipengelihatannya, ia hanya melihat giok es yang tertanam di dinding gua saja. Walaupun itu memang indah, Witora sebagai petualang sering melihat hal seperti itu. Jadi kesannya terhadap benda yang terlihat unik tersebut hanya biasa saja.
"Kau menyukai itu?"
"Sangat! Itu terlihat sangat indah! Paman aku menginginkan itu." Gadis kecil terlihat sangat semangat.
"Kita ambil itu nanti, sekarang mari kita fokus ke masalah saat ini."
"Baik, setelah ini selesai mari kita ambil. Iya kan paman?"
Witora menghela nafas lelah, berhadapan dengan seorang anak kecil sangat melelahkan. Witora lebih memilih berurusan dengan monster dibanding anak ini.
"Kau banyak bicara sekali ... Kita lihat saja apa yang terjadi nanti." Witora menatap gadis yang terlalu bersemangat ini.
"Paman! Lihat itu!" gadis kecil menunjuk ke depan. Disana terdapat sebuah ujung gua, dengan cahaya putih yang memenuhi latar belakangnya.
Entah itu cahaya apa? Tapi itu terlihat sangat murni. Cahaya kebijaksanaan? Itu lebih rendah kualitasnya daripada cahaya kebijaksanaan, tetapi tidak terlalu dibawah setidaknya hanya beda 1 kelas daripada cahaya kebijaksanaan.
Tapi wajar saja, cahaya kebijaksanaan adalah cahaya yang memancarkan aura agung. Tetapi cahaya ini memberikan aura vitalitas yang sangat tinggi.
'Jadi aura vitalitas yang kuat kurasakan beberapa saat lalu, adalah cahaya ini. Tapi sejak kapan aku bisa mendeteksi aura cahaya? Apa itu sebab Cahaya kebijaksanaan?'
KAMU SEDANG MEMBACA
Reincarnation Become a Wolf With the System
AdventureWitora Bayu, Seorang laki-laki berusia 27 tahun. Berasal dari Negara Indonesia yang sedang melakukan perjalanan menuju Kutub Utara. Mengelilingi Kutub Utara dengan peralatannya yang lengkap untuk bertahan di suhu yang teramat dingin. namun sebuah l...
