Wonwoo side
Aku masuk kedalam kelas suasananya sudah ramai. Aku berjalan memasuki kelas lebih dalam menghiraukan pandangan mengintimidasi dari siswa - siswi di kelas ku, mereka terus menatap ku sampai aku duduk di kursi ku paling pojok.
Saat akan menidurkan kepala ku di meja tiba - tiba Seokmin datang dan duduk di bangku depan ku dengan senyuma lima jarinya.
Aku berdecih malas sekali meladeni bocah kelewat ceria itu.
"Hey Wonwoo! Kau sudah mengerjakan tugas Jung saem?"
Aku mengangkat kepala ku yang sempat merebah di atas meja dan menggumam seadanya lalu kembali merebahkan kepala ku.
"Oh ya bagus kalo begitu, nanti istirahat mau kekantin bersama?" ucapnya lagi mencoba mengobrol dengan ku.
Aku menggeleng dalam tidur ku.
Kenapa orang ini terlihat begitu ingin mengobrol dengan ku.
"Kenapa tidak mau? Soonyoung dan Jihoon juga ikut. Mereka akan bawa teman baru." terdengar lagi suara Seokmin yang kelewat ceria kembali membujuk ku agar ikut dengan mereka.
Aku tidak mejawab, ayolah bahkan kantin adalah tempat yang paling ku hindari karena kantin adalah tempat dimana para siswa dan siswi berkumpul, tempat yang begitu strategis bagi mereka pecinta bullying utuk membully korbannya demi mendapat perhatian bayak orang.
Aku masih tidak menjawab, menghiraukan ajakan Seokmin.
"Ya sudah kalau begitu." ucap Seokmin menyerah dan setelahnya suara meja di geser terdengar begitu jelas.
Akupun menghela nafas.
"Mengganggu saja." gumam ku lalu membenarkan posisi duduk ku menjadi duduk tegak.
Namun entah kesialan apa yang menimpa ku kali ini.
Saat pandangan ku mengarah kedepan tepat ke arah Seokmin yang tengan tersenyum begitu Lebar kearah ku, ku pikir ia telah pergi namun aku tertipu anak itu hanya berpindah satu bangku dari awal ia duduk yang mungkin tempat duduknya itu.
Pandanga kami bertemu tidak terlalu lama karena Jung saem telah datang dan memulai pelajaranya dengan terburu - buru.
Pelajaran sejarah adalah pelajaran yang memuakan bagiku, keadaan kelas yang berisik menjadi pengiring kebosanan ku.
Dengan malas lagi - lagi ku rebahkan kepalaku di atas meja, tak ada semangat sama sekali rasanya aku ingin segera bel istirahat atau langsung bel pulang saja.
Kepala ku hadapkan ke arah tembok memutuskan untuk tidur. Belum sempat memasuki alam mimpi tiba - tiba ponsel ku bergetar di saku celana ku, cepat - cepat ku ambil dan mengecek apa gerangan yang membuat ponsel ku bergetar.
Satu pesan masuk dengan nomor tak di kenal lah yang pertama ku lihat.
From 092060397xxx
"Hey bennie jangan melamun saat belajar! Apa lagi kau malas - malasan seperti itu."
Aku terdiam sejenak setelah membaca pesan tersebut lalu tersenyum.
"Jisoo hyung." gumam ku.
To. Jisoo hyung
"Yak !! Darimana kau tau aku sedang malas - malasan hyung?"
Balas ku, tak lupa mensave nomornya.
Jisoo hyung.
"Baiklah mau hyung temani? Kebetulan hyung sedang bosan sendirian karena eomma sedang pergi ke kantor."
"Kau yang terbaik hyung."
"Di kelas yang sedang berisik ini aku benar - benar tidak nyaman."
Ku ketik balasan itu penuh dengan gerutuan.
Semakin tidak nyaman akupun memutuskan untuk pergi keluar kelas dengan meminta izin pergi ketoilet dan itu berhasil membuat ku keluar dari ruangan yang menyebalkan itu.
Setelah berada di luar kelas aku terdiam sejenak, menghirup udara perlahan seolah - olah aku baru saja keluar dari dalam penjara selama bertahun - tahun.
selesai mendramatisir keadaan ku langkahkan kaki ke arah kanan, arah yang berlawanan dengah arah ke toilet. Langkahku ku bawa menyusuri koridor kelas, aku tidak tau tujuan ku sebenarnya karena tadi aku hanya memikirkan bagaimana caranya keluar kelas saja.
Saat sedang berjalan menyusuri koridor belum jauh dari kelas.
Tiba - tiba seseorang manarik lengan ku secara paksa, aku berbalik dan menghentakan cengkraman lengan seseorang itu.
Aku benar - benar kaget sekaligus kesal dibuatnya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya ku tajam dan menatap datar seorang anak laki - laki tinggi berkulit tan di hadapan ku ini.
Anak laki - laki itu balik menatap ku intens yang membuat ku sedikit gugup.
Mata tajam nya menatap ku seolah menghipnotis segalanya agar terfokus pada satu objek yaitu matanya, garis rahang yang pas membuat anak laki - laki itu terlihat menawan.
Aku belum pernah melihat anak laki - laki ini, ya walau kemungkinan besar ia adalah siswa di sekolah ini.
"Ayo ikut dengan ku!" ajaknya lalu kembali menarik lengan ku, aku pun memberontak.
Apa - apaan orang ini seenaknya saja.
"Tidak mau, pergi saja sendiri." balas ku.
Memberanikan diri untuk menolak ajakan orang asing itu, bisa saja dia adalah salah satu utusan atau mungkin anggota geng sekolah yang akan membully ku, siapa yang tau.
Terdengar dengusan saat sebelum aku beranjak.
Akupun kembali melangkah maju berniat menjauh dari jangkauwan anak laki - laki aneh itu.
Namun gagal, anak laki - laki tadi kembali menarik ku atau bisa dibilang menyeret tubuhku untuk mengikuti langkahnya.
Benar apa kata hati ku, anak ini pasti berniat jahat. Bagaimana tidak berpikir seperti itu, disaat semua orang di sekolah mu membenci dan menjauhi mu. Tiba - tiba saja ada orang asing yang menyeret mu untuk ikut dengannya.
Itu bukan pertanda baik.
"Kau mau membawa ku kemana hah?" teriak ku karena panik, tak peduli jika itu akan mengganggu kegiatan belajar.
Anak laki - laki itu berhenti melangkah lalu membalik badannya kearah ku dengan raut wajah yang terlihat kesal.
"Diam saja nanti kau juga akan tau." balas nya dengan intonasi yang dingin tidak ingin di bantah.
Di balik wajahnya yang menawan dia bisa juga mengerikan pikir ku.
Aku hanya menurut saja setelah itu, berdoa pada tuhan bahwa ini akan baik - baik saja dan aku bisa pulang dengan anggota tubuh utuh dan sehat.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Master Devil
Random[Update kalo inget 😁] Aku normal(?) tapi itu menurut ku beberapa waktu lalu sebelum dia datang menarik dan mengikat ku oleh segala perjuangannya untuk mendapatkan ku.-jww Tidak ada yang tidak bisa Aku lakukan, termasuk menjerat Mu kedalam segala p...