Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
seorang gadis berambut sebahu sedang jalan di sepanjang koridor sekolah
"eh neng vina, potong rambut lu ya?"Itu ka kevin kating nya vina yang gak sengaja liat vina
vina pun menghentikan langkah nya
"hehe iya bang, liat darel gak?"tanya vina
"kaga si, kebetulan gue baru dateng juga, lu ko tumben gak bareng darel?"
"gatau bang darel gak ngabarin juga si, untung gue gak nunggu"
"yaudah bang thanks ya"kemudian vina ngelanjutin jalannya kekelas
sampai kelas dia naro tas dan lanjut buat nyari darel
keadaan kelas yang bisa dibilang tidak terlalu ramai, terlebih lagi sodara nya pada bareng reza dan arkan jadi lah vina sendiri
vina kembali berjalan di koridor sekolah
dengan sapaan sapaan kaka tingkat maupun ade kelas nya
teng teng teng
sampai di depan ruang musik vina mendengar suara senat gitar di petik
kemudian dia menghentikan langkah nya lagi dan memilih untuk mendekat ke arah pintu ruangan musik itu
Saat Ku Sendiri, kulihat photo dan video Bersamamu yang tlah lama kusimpan Hancur hati ini melihat semua gambar diri Yang tak bisa, ku ulang kembali
sampai vina mendengar sebuah suara yang menurut nya agak asing
karna suara ini sangat bagus
dia mulai membuka pintu itu perlahan
dan masuk
saat masuk dia tertegun dengan apa yang dia lihat
sampai sebuah suara dari orang yang bernyanyi tersebut kembali bersuara
Kuingin saat ini, engkau ada di disini Tertawa bersamaku, seperti dulu lagi Walau hanya sebentar, Tuhan tolong kabulkanlah Bukannya diri ini tak terima kenyataan Hati Ini Hanya Rindu
vina tersenyum,namun dia belum mendekat ke arah orang tersebut
Segala cara telah kucoba Agar aku bisa tanpa dirimu Namun semua, berbeda Sulitku menghapus kenangan bersamamu
Kuingin saat ini, engkau ada di disini Tertawa bersamaku, seperti dulu lagi Walau hanya sebentar, Tuhan tolong kabulkanlah Bukannya diri ini tak terima kenyataan Hati Ini Hanya Rindu Hanya Rindu
Kuingin saat ini, engkau ada di disini Tertawa bersamaku, seperti dulu lagi Walau hanya sebentar, Tuhan tolong kabulkanlah Bukannya diri ini tak terima kenyataan