Pertengahan 2018
Setelah menikah, Dini tinggal bersama suami dan ibu mertuanya.
Menjalani kehidupan di lingkungan baru, menyandang status yang baru, serta berada disekeliling orang-orang baru itu tidak mudah baginya. Beradaptasi dengan lingkungan yang baru, itu hal yang paling sulit ia lakukan.
Ditambah, jika berumah tangga dan tinggal bersama ibu mertua itu menjadi hal yang sangat-sangat menakutkan baginya. Mungkin bagi sebagian orang, tidak hanya Dini.
Namun ia berusaha untuk tetap kuat, tetap tegar. Meski sesekali ia sering terisak dalam doanya. Meski sesekali, ia sering terisak dalam sujud disepertiga malamnya.
Tidak ada yang tau pasti apa yang ia rasakan, bahkan suaminya. Dini pandai menyembunyikan tangisnya didepan semua orang. Kecuali ibunya.
Ibunya selalu tahu sesakit apa hatinya, sepedih apa luka yang ia pendam. Terkadang, ibunya menelpon sesekali hanya ingin memastika ia baik-baik saja.
Tapi ia tak sampai hati jika harus bercerita apa yang ia rasa. Baginya, ketika ia sudah menikah. Maka tidak akan lagi ia menyusahkan kedua orang tuanya.
Ketidakcocokan dengan ibu mertua, bagi suami dan orang-orang disekelilingnya adalah hal yang biasa. Bertahan untuk tetap tinggal, dengan menahan luka yang begitu menganga. Tak sedikitpun ia bercerita bahkan kepada suaminya. Karena ia memiliki harapan, bahwa Tuhan akan memberikan jalan keluar untuknya. Jalan keluar terbaik baginya.
Hanya dia dan tuhan yang tahu bagaimana perasaannya. Memendam luka karena sayatan tajam lidah ibu mertua. Memendam luka karena suami yang seharusnya melindungi, memperhatikan, dan membuat ia nyaman bersamanya bersikap dingin sedingin es dikutub utara.
Dini adalah BOM waktu bagi rumah tangganya. Sedang ia tak tahu tempat mengadu selain hanya kepada Tuhannya.
YOU ARE READING
After 9th dan rasa itu masih ada
Non-FictionCerita satu ini masih kelanjutan cerita sebelumnya yang berjudul "perjuangan melepasmu" Seorang perempuan yang ternyata masih Berharap bisa berbincang, bercerita banyak hal dengan mantan kekasih terindahnya. Setelah 5 tahun putus dan hatinya hancu...
