Chapter 11

9 0 0
                                        

Semakin hari Dini semakin gusar. Hatinya gundah, mengingat usaha nya untuk membuat rumah tangga nya dan dirinya seakan baik-baik saja.

Laki-laki yang diterima pinangannya bukan lagi tak sesuai dengan harapannya. Tapi juga hatinya ternyata tidak bisa lagi menerima orang lain selain Hisyam. Ditambah kesakitan memendam luka yang luar biasa. Dini semakin keras berdoa dan meminta, agar segala urusannya diselesaikan saja semuanya. Ia ingin berhenti di titik itu juga. Ia ingin berhenti bilang kepada dirinya sendiri untuk baik-baik saja.

Dini memberanikan diri memulai obrolan bersama sang suami. Obrolan ringan keluh kesahnya setiap hari, namun tanggapan sang suami hanya biasa saja. Seakan apa yang ia ceritakan dan yang ia keluhkan tak pernah berarti apa-apa. Hal yang ringan tak perlu ada pembahasan panjang.

Merasa tidak didengarkan, tidak dihargai, juga merasa bahwa harusnya ia tak menikah dengan laki-laki yang sekarang telah menjadi suaminyaa. Menyesal ? Iya, menyesal adalah kata yang tepat untuk menggambarkan situasi Dini dan rumah tangganya.

Jauh didasar lubuk hatinya, ia ingin segera menyudahi pernikahannya. Tapi pernikahan itu, bukan sesuatu hal yang bisa disudahi begitu saja. Namun hati Dini sudah terlanjur kecewa, sudah terlanjur mengeluarkan nanah karena luka itu dipendamnya sejak lama.

Pertengkaran antara Dini dan Suaminya tak bisa lagi di cegah. Suami Dini merasa ia yang tak dihargai dan didengar. Suaminya pun marah dan memutuskan untuk menyudahi pernikahannya dengan Dini begitu saja. Dini dipulangkan kerumah orang tuanya..

Perasaan Dini berkecamuk, di satu sisi ia senang karena tak akan lagi menjalani kehidupan palsunya. Namun disisi lain, resah karena orang tuanya yang sejak awal selalu memihak kepada suaminya.

Sesekali ia merasa, bahwa dirinya telah digadaikan oleh orang tuanya demi uang dan materi dunia. Tanpa mengindahkan perasaanya, tanpa mempedulikan apa yang menjadi keinginannya.

Sedih ?
Jika kalian menjadi seorang Dini apakah kalian juga akan merasakan sedih?
bagaimana perasaan Dini ?

"Terkadang kita hanya bisa menjalani takdir bak boneka kayu dengan Sang kreatorNya."

After 9th dan rasa itu masih adaWhere stories live. Discover now