Part 1

78 5 1
                                        

Malam itu hujan turun lagi. Membasahi seluruh jalanan kota tempatnya berpijak sekarang. Entah sudah beberapa jam ia duduk termenung menatap ke arah jendela yang bahkan sudah terlihat buram karna embun hujan.

Bahkan pengunjung cafe tempatnya berada sudah sepi. Hanya tinggal dirinya yang masih terdiam menatap jendela tanpa perduli dengan sekitarnya.

"Anastasya...." panggilan lembut seseorang laki laki berumur paruh baya membuat dirinya menoleh.
"Ya?"
"Kau tak pulang?" tanya Albert, pelayan laki-laki di cafe itu.
Dengan bergegas, ia bangkit berdiri meninggalkan cafe itu. Albert hanya tersenyum simpul. Albert tau gadis yang baru saja pergi itu pasti memikul beban sangat berat hari ini.

***
Gadis itu melajukan mobilnya di atas kecepatan rata-rata. Ia hanya perlu pelampiasan.
Balapan liar di jalanan kota yang kosong ini salah satunya.
Ia hanya ingin mengosongkan pikirannya saat ini. Tapi berkali kali ia mencoba, hal pertama yang dipikirkan nya justru hal yang sangat ia ingin lupakan detik ini juga.
Setetes air mata jatuh bergulir di pipinya. Dengan kasar ia menghapus dengan punggung tangan kirinya.
Dirinya bukan gadis lemah seperti yang lain. Ia harus membuktikan pada semua orang kalau dirinya ialah gadis kuat dalam segi hal fisik maupun perasaan.
Dirinya hanya ingin di anggap.......

Lamunan nya terhenti diiringi suara debuman yang sangat keras. Dan semuanya gelap.

InvisibleTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang