Part 7 : Sebuah Kecupan

337 20 0
                                        

Kegiatan tatap - tatapan Elena dan kaisar terhenti ketika seorang waiters datang mengantarkan pesanan mereka.

"Permisi mas mbak, silahkan di nikmati hidangannya" setelah mengatakan itu waiters tersebut pergi.

Sementara Elena lebih memilih menunduk memakan makanan, dia sungguh malu menatap kaisar.

Kaisar yang mengerti bahwa Elena merasa malu karena tadi, akhirnya memilih memakan makanannya juga.

Mereka menikmati makanannya dalam Diam, Kaisar yang selesai makan terlebih dahulu memilih membuka suara karena jujur dia merasa tidak nyaman jika berdiam terus - menerus jika bersama Elena padahal dia biasanya selalu Bodo amat jika bersama yang Lainnya.

"Len ini Lo nggak di cariinkan kalau nggak langsung pulang?" Kaisar bertanya seperti itu karena khawatir jika Elena di cari Oleh orang rumah karena tidak langsung pulang.

"Nggak kok kai, lagian di rumah juga cuma ada Bibi" Elena yang sedari tadi menunduk akhirnya mendonggak untuk menjawab pertanyaan Kaisar.

"Emang nyokap bokap Lo kemana?" Kaisar merasa tertarik untuk mengetahui kehidupan Elena lebih jauh.

"Luar negeri, mereka kerja" Elena mengatakan itu sambil tersenyum dia tahu bahwa orang tuanya memang sibuk bekerja tapi bukankah itu semua juga untuknya.

Kaisar yang mendengar itu langsung berfikir bahwa mereka sama, orang tua mereka sibuk bekerja hingga hanya meninggalkan mereka bersama pembantu di rumahnya.

Tapi sepertinya Elena lebih kuat dia masih saja tersenyum saat mengatakan hal seperti itu. Berbeda dengannya, dia merasa tidak terima atas itu semua sehingga dia tumbuh menjadi anak yang nakal karena mencari perhatian orang tuanya.

"Lo udah dari kecil sering di tinggal kerja sama nyokap bokap Lo?" kaisar ingin tahu lebih jauh tentang kehidupan Elena.

"Nggak juga sih, dulu cuma bokap yang sibuk kerja nyokap selalu di rumah temenin gue. Tapi semenjak masuk SMA nyokap jadi sering ikut bokap kalau keluar negeri atau luar kota buat urusan kerja kan kasian juga kalau nggak ada yang urusin bokap di sana, lagian gue juga udah besar udah bisa jaga diri sendiri. Yh gue juga harus ngerti lh lagiankan bokap juga kerja gitu buat gue juga"

Kaisar mendengarkan semua penjelasan Elena, ternyata Elena adalah sosok yang dewasa itu yang terlintas di kepalanya saat ini.

Jika di bandingkan dengannya Elena memang lebih beruntung karena sedari kecil di urus oleh mamanya, sementara dia yang dia ingat selama ini hanya bibi yang selalu mengurusnya. Sedari dulu mamanya sudah sibuk bekerja.

Elena melihat kaisar terdiam, seperti sedang memikirkan sesuatu. Terlihat ada sorot sedih di mata tajam yang selalu menatapnya dengan lembut itu.

"Kai pulang yuk, gue udah selesai"

"Ehh udah selesai?"

"Iya Kai udah" Elena gemas sendiri dengan kaisar yang terlihat tidak fokus itu.

Melihat itu kaisar tersenyum, lalu memanggil waiters untuk meminta Bill.

"Minta Billnya Mbak"

"Silahkan mas" waiters itu menyerahkan billnya kepada kaisar.

"Berapa kali, aku aja yang bayar?" Elena mengatakan itu sambil mengeluarkan dompetnya yang berada di dalam tasnya yang berwarna Baby blue.

Kaisar yang melihat itu lantas, menolak.

"Nggak gue yang bayar"

"Ohh kok gitu sih, kan gue yang makan kenapa jadi Lo yang bayar"

"Kan gue yang ngajakin makan"

My Possesive Bad boyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang