Pagi Yeriana tidak seperti biasa, ketika keluar dari kamar, ia melihat pemandangan lucu. Jungkook meringkuk dengan selimut yang melorot. Wajahnya yang terlelap mirip anak-anak yang sedang bermimpi indah, rasanya tidak tega untuk membangunkan. Menguap seraya berjalan ke arah kamar mandi, perempuan itu mengambil sikat gigi dan mematut di depan kaca kamar mandi.
Melihat pantulannya di cermin, ia teringat semalam merupakan malam yang melelahkan menunggu Jeon Jungkook menyelesaikan pekerjaan dan makan dini hari. Memang tidak sakit perut makan semalam itu?
Selesai menggosok gigi, ia membersihkan wajah dengan sabun muka lalu membilasnya dengan handuk kecil. Menepuk kedua pipi, matanya terbuka lebar. Selesai merapikan, ia kembali ke ruang tengah. Jungkook masih menutup mata, dengkuran halus masih terdengar.
Memutuskan untuk duduk di kursi meja makan, ia bertanya dalam hati mau membuat sarapan apa pagi ini? Menimbang sembari berpikir, ia melihat ke arah sofa. Ditatapnya lama sosok laki-laki yang akan menjadi pendamping hidupnya kelak.
Jungkook itu punya sejuta pesona yang ia simpan untuk diperlihatkan hanya kepada Yeriana, itu kata Irene yang seminggu lalu mengomeli banyak hal. Yeriana butuh teman makan, tapi yang ada malah diceramahi panjang lebar.
Tapi kalau dipikir iya juga, Yeriana juga bingung kenapa Jungkook selalu bisa membuatnya menurunkan amarah? Padahal berulang kali diacuhkan, tapi berakhir dengan semakin dekat jarak di antara mereka. Jungkook punya jimat apa coba?
"Ergh!"
Yeriana buru-buru buang muka saat Jungkook menggerakkan tubuh. Berdehem pelan, ia berjalan ke arah balkon untuk membuka tirai dan pintu geser, membiarkan cahaya mentari serta udara pagi masuk ke dalam apartemen.
"Ana?"
"Bangun!"
Jungkook berusaha untuk duduk dengan mata masih mengantuk. Pandangannya kian lama kian jelas melihat sosok Yeriana yang pagi ini berpenampilan sangat natural dan terlihat lebih muda dari usianya. "Katanya aku boleh bangun siang?"
Yeriana melirik tanpa menghampiri, ia berjalan ke arah dapur. "Kalau masih mengantuk ya tidur lagi saja."
"Kau mau apa?"
"Masak," Yeriana menunduk mengambil bahan makanan di dalam almari pendingin. "Sikat gigi dan handuk kecil ada di kamar mandi, sudah kusiapkan."
Jungkook merentangkan dua tangan ke atas, melakukan peregangan ia menguap berkali-kali. Sadar kalau sedang menumpang tidur di apartemen orang, ia melipat selimut lalu membawanya ke kamar tamu. Keluar dari sana, ia menatap sebentar Yeriana yang sibuk memotong-motong. "Aku makannya banyak."
"Iya," Yeriana menatap sekilas lalu membiarkan tunangannya masuk ke dalam kamar mandi.
Tidak sampai sepuluh menit, Jungkook keluar dengan wajah lebih segar. Pipinya terlihat tembam, mungkin efek semalam makan ramyun. Rambutnya berantakan dan sedikit basah karena disisir kasar dengan jemari.
"Mau kubantu?" Ia mendekati tubuh Yeriana.
"Tidak perlu, aku bisa sendiri."
Jungkook berkacak pinggang, diamatinya bahan makanan, lalu ganti menggeledah rak perkakas makan. "Tadi malam kunciku ditemukan di mana?"
"Di situ," mata Yeriana tertuju pada tempat alat makan.
"Pantas aku tidak asing," Jungkook manggut-manggut. Jemarinya mengambil peralatan makan seperti semalam, secara naluri ia akan melakukan dengan baik pekerjaan rumah di sini. Hitung-hitung sarapan gratis dengan koki kesayangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Outrageous
Fanfiction[Tamat] Outrageous : obj. very expensive, terlampau mahal Semua yang ada di diri perempuan itu, Jungkook menyukainya. Tidak ada yang lebih diinginkan selain memiliki seorang Ana untuk mengisi hari-harinya. ________ Yeriana Bae Jungkook Jeon - Outrag...
