Dipagi hari sekitaran jam delapan di sebuah restauran mewah, sudah terdapat dua orang pria Yang sedang berbincang-bincang.
Perbincangan mereka awalnya cukup serius, karena terlihat seseorang dari mereka sedang menjelaskan sesuatu Yang amat sangat penting. tapi untungnya selang beberapa waktu.. Suasanpun cukup tenang.
Mereka berdua bahkan mulai terlihat santai... Bahkan Salah satu dari mereka sibuk dengan benda persegi panjang Yang di sebut dengan Handpone tersebut.
Cukup Lama memang mereka terdiam, sampai akhirnya Salah satu dari merekapun mulai membuka pembicaraan.
"Kau yakin mau kesana..? "
Sebuah pertanyaan Yang di lontarkan membuat pria Yang sibuk dengan Hp itu menatap pria Yang duduk di hadapanya.
Hanya sekilas, setelahnya dia hanya mengangguk sebagai jawaban dan kembali fokus lagi pada Hpnya.
"Tapi... "
Pria Yang dari tadi diam sambil sibuk main dengan benda pipih itu akhirnya membuka suara.
Hingga membuat pria Yang di depannya menatap bingung dengan sebelah alis terangkat.
"Apa..?!"
"Kau juga ikut kak."
"Aku..?!"sambil menunjuk dirinya.
"Emmm"hanya gumaman sebagai jawabannya.
"Baiklah aku akan ikut, kapan kita akan berangkat Mark..? "
"Sekarang kak Jackson. "
Setelah mengatakan itu Mark beranjak dari duduknya dan langsung melesat keluar meninggalkan Jackson di dalam.
Jackson Yang di tinggal hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah pria Yang lebih mudah darinya itu.
Setelahnya Jackson pun beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju kasir, setelah sampai dia mengeluarkan dompet Yang terlihat tipis tersebut, dan saat membuka hanya beberap lambar saja uang Yang ada di dalam dompet itu.
Sang kasir Yang melihat itu tersenyum remeh, seperti memikirkan... Bagaimana bisa pria tampan sepertinya begitu miskin..? Begitulah Yang di pikirkan sang kasir.
Sedangkan Jackson Yang merasa di perhatikan langsung melihat ke arah kasir itu. Menatap bingung kasir itu sambil mengeluarkan black cardnya, kartu Yang di keluarkan Jackson termasuk kartu yang langka, karena termasuk dalam deretan kartu Yang jika di gunakan tidak akan habis tujuh turunan.
Dan sekarang sang kasir yang melihat itu tentu saja terkejut. Langsung cepat mengubah ekpresi wajahnya.
Bahkan langsung tersenyum sangat manis pada Jackson, Jackson Yang melihat cepatnya perubahan sang kasir langsung menatap datar... Akhirnya dia peka.
Hehhh, dasar wanita.
Baiklah, selesai membayar makanannya Jackson keluar dari restaurant lalu berjalan menunuju sebuah mobil Dengan merek BMW tersebut.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.