Selama ini emang gue yang terlalu percaya diri.
Mengira dia cinta, padahal dia hanya suatu kebetulan yang pasti akan hilang.
Mengira tatapan itu buat gue, padahal dia begitu karena punya mata bukan punya perasaan yang sama.
Mengira dia juga punya rasa padahal tidak.
Ya seperti itulah.
Memang dasarnya gue yang salah dari awal, terlalu perasa padahal dia tidak merasa.
Terlalu berharap padahal dia biasa aja; terlalu percaya diri padahal ini semua cuma kebetulan.
KAMU SEDANG MEMBACA
AKSARA RASA
Poesía[ Entahlah, begitu sulit untuk diungkapkan secara langsung. Mungkin hanya lewat tulisan bisa meluapkan semuanya. ]
