Hai kamu...
Entah sudah ke berapakali, jemari ini tidak pernah bosan menulis nama mu pada tiap lembaran kosong buku harian saya.
Karena, kamu masih satu-satunya objek menarik untuk saya abadikan di dalam sana.
Entah hanya untuk menulis bagaimana kabar mu? menulis bagaimana saya rindu? atau bahkan mengingat masa lalu.
Ya seperti saat ini.
Saya tahu, kamu sudah bahagia dan pergi sekarang.
Hanya saja, semua kenangan itu amat berarti untuk saya, dan tidak mudah untuk menghilangkannya begitu saja.
Walaupun saya tahu kamu tidak akan pernah membacanya.
Terima kasih, telah memberi kisah tanpa berniat singgah.
KAMU SEDANG MEMBACA
AKSARA RASA
Poesía[ Entahlah, begitu sulit untuk diungkapkan secara langsung. Mungkin hanya lewat tulisan bisa meluapkan semuanya. ]
