Teruntuk kamu yang sudah jauh.
Apa kabar?
Saya kembali menulis tentang mu, setelah sekian lama.
Entahlah,
karena sampai saat ini kamu masih satu-satunya objek terbaik yang masih ingin saya abadikan dalam lembaran kertas putih ini.
Maaf atas ketidaknyamanan ini.
Tapi....
Saya hanya rindu, perihal sapa yang selalu menjadi teman terbaik kita.
Saya hanya rindu, perihal senyuman yang selalu menjadi gambaran terbaik kita.
Saya hanya rindu, perihal tawa yang selalu menjadi keseharian kita.
Saya hanya rindu, perihal tatapmu yang selalu menjadi peneduh untuk saya.
Saya hanya rindu, perihal kisah yang pernah kita ukir walau tidak sampai memiliki tapi cukup berarti.
Saya hanya rindu, perihal dekat tanpa adanya sekat.
Dan saya hanya rindu, perihal semua tentang kamu.
KAMU SEDANG MEMBACA
AKSARA RASA
Poetry[ Entahlah, begitu sulit untuk diungkapkan secara langsung. Mungkin hanya lewat tulisan bisa meluapkan semuanya. ]
