Tentang hati yang terus patah. Mungkin aku di ajarkan untuk terlatih patah hati
☁
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kenan.." ucap rindu pelan
Kenan menghentikan motornya di samping rindu.
"Naik" ucap kenan singkat. "gue bisa jalan sendiri.." ucap rindu. "gue bilang naik rindu!" ucap kenan dingin dan tegas. Sepertinya kenan tidak sedang dalam mood yang baik.
Rindu menaiki motor kenan, mereka pun melaju meninggalkan sekolah.
...
"Kita mau kemana sih? Ini bukan jalan ke rumah gue?!" Rindu berdecak sebal karena kenan mengabaikan ucapannya dan tetap melajukan motor nya entah kemana.
Perjalanan mereka di isi keheningan, hanyak suara deru kendaraan di jalan raya. Helaian rambut rindu sedikit bergerak, kenan menoleh ke kaca. Tanpa sadar ia tersenyum, senyuman tipis yang terbit di wajah tampannya.
Mereka berhenti di sebuah taman. "Kita ngapain ke sini? Gue mau pulang kenan" ucap Rindu. "Gue cuma pengen bicara sama lo rin" Kenan menarik pergelangan tangan rindu, lalu mengajakknya duduk di salah satu bangku taman.
Hening, belum ada yang memulai pembicaraan. Kenan menatap Rindu dalam. "Rin.. Maafin gue, gak seharusnya gue nyakitin lo." ucap kenan pelan. "Lo gak nyakitin gue kenan, gak usah lebay deh, emang nya lo ngapain gue, hahaha" tawa rindu hambar. Kenan menunduk. "Seberapa banyak gue udah nyakitin lo rin, lo gak capek selalu di sisi gue padahal gue selalu nyakitin lo?" Suara kenan berubah menjadi lirih.
Rindu diam, ia memandang ke arah lain, dia hanya tak mau memandang Kenan, ia tak ingin pertahanan nya selama ini runtuh. "Jawab gue rin, seberapa banyak gue udah nyakitin lo? Gue brengsek rin, kenapa lo masih mau ada di sini?" Kenan mengacak rambutnya frustasi.
Rindu tersenyum.. "Di sini gue yang gak seharusnya suka sama lo ken, gak seharusnya gua ada rasa sama temen gue sendiri. Gue salah karena gue suka sama lo, sedangkan orang yang lo suka, sahabat gue sendiri. Gue gak berhak atas lo, jujur gue gak suka liat lo sama senja, Gue gak rela berbagi semua tentang lo sama orang lain, termasuk sahabat gue ken" Pertahanan rindu runtuh, ia menangis. Air matanya jatuh, tapi senyumannya masih tak luntur. "Gue gak mau egois cuma gara-gara lo kenan. Gue pengen liat kalian senyum dan bahagia. Bagaimanapun Lo dan Senja adalah sahabat gue. Gue gak mau nyakitin siapa pun hanya karena perasaan gue. Gak seharusnya gua ada di antara kalian" Rindu terisak karena ucapannya.
Kenan menarik rindu ke dalam pelukannya, Hangat tapi menyakitkan itu lah yang di rasakan Rindu. "Ternyata udah sejauh ini gue nyakitin lo. Maafin gue rin, Lo boleh marah sama gue, Lo boleh pukul gue, tapi please jangan pergi... Gue gak bisa."
"Gue egois, gue gak bisa milih antara kalian berdua, kalian selalu punya tempat di hati gue." Kenan menghapus air mata Rindu.
"Lo cocok sama senja kenan, lupain semua perasaan gue sama lo. G-gue rela lo sama dia" ucap Rindu masih terisak.
"Kasih kesempatan kedua buat gue rin. Buat mantapin hati gue. Kali ini, percaya sama gue" kata Kenan tersenyum. Tanpa sadar Rindu mengagukkan kepalanya.
.....
Di sisi lain, Sesy, Putri dan Elina yang sedang berjalan di taman pun melihat penampakan yang tidak asing. "Eh guys, bukannya itu rindu ya?" tanya Elina. "MANA? EH IYA. SAMA SIAPA TUH. COGAN KEKNYA" ucap sesy heboh. Putri menoleh. "Bukannya itu Kenan ya?" tanya putri memperhatikan cowok yang sedang berbincang dengan rindu.
"Lah ngapa Rindu nangis" kata putri. "Di peluk guyss Rindunyaa, uwuu So sweet bangett sihhh. Jiwa jomblo ku meronta-ronta" misuh sesy.
"Makannya kalo ada yang deketin jangan jadi maung dong sy, jomblo kan lo jadinya hahaha" ucap Elina mengejek. "JOMBLO TERIAK JOMBLO, DASAR GAK TAU DIRI HAHAH" Teriak sesy seketika. "Berisik banget sih kalian, entar ketahuan lagi sama mereka. Ish!" Putri berdecak sebal lalu meninggalkan kedua sahabatnya itu.
....
Putri masih misuh-misuh karena kelakuan dua sahabatnya yang bikin orang orang di taman jadi memperhatikan mereka.
"Udah kali put, misuh nya gak capek apa?" ucap Elina "Iya ihh, ngomel mulu. Jangan misuh mulu dong neng, entar cantiknya ilang, terus gak imut dan cantik lagi, terus gak ada yang deketin lagi." ucap sesy dramatis.
"Apaan sih syy, geli gue lo ngomong gitu ahaha" kata Putri bergidik. "Bukan temen gue" kata Elina
"JAHATT BANGET SIH KALIANNN SAMA SESY YANG CANS INI" kata sesy merajuk.
.....
Pada akhirnya gue akan selalu kalah, akan selalu memberi kesempatan walaupun tau akhirnya tak akan indah. Akhirnya Hati lah yang menang, dengan berusaha untuk bertahan batin Rindu berusaha menenangkan Hatinya.
Ia memandang Kenan yang sekarang sedang sibuk memilih es krim untuk dirinya dan Rindu. Tatapan Rindu menghangat. Lucu.. Pikirnya
Akankah Rindu dan Kenan akan berakhir indah? Atau Senja dan Kenan yang malah akan bersama? Atau tidak keduanya?