Beberapa saat sebelumnya.
"Eh. Kenapa dengan penglihatan ku? Kenapa semuanya terlihat merah?" Ucap ku yang bingung dengan apa yang ku lihat. Aku pun mengusap mata ku supaya bisa merasa lebih baik.
"Ray... Ray!..." Ucap Nana yang sudah terdengar samar samar di telingaku.
Aku pun kehilangan kesadaran...
"Kau sudah dalam genggamanku." Suara misterius itu tiba-tiba muncul dan membuatku terkejut lalu terbangun dari tidurku.
Saat aku tersadar, aku telah berada di kelas dan aku melihat lagi-lagi Nana yang tertidur di pangkuanku.
"Nana?!..." Ucap ku sambil melihat Nana yang terlihat sangat nyenyak.
Jujur saja. Aku berpikir untuk membangunkannya, namun di sisi lain aku merasa ingin terus seperti ini untuk waktu yang lama.
"Kalau seperti ini. Dia terlihat manis juga." Ucap ku.
"Eh?! Mataku? Kenapa aku menggunakan penutup mata?" Tanyaku yang baru sadar bahwa aku memakai penutup mata.
"Ada apa? Jangan-jangan kau menyukai Nana ya?" Ucap Rama yang sudah berdiri di depan pintu kelas yang sudah kosong tersebut.
"Eh?! Tentu saja tidak." Bantah ku.
"Huh... Rasanya seperti Deja Vu." Ujar Rama.
"Eh?! Benar juga ya... Saat aku pingsan setelah melawan monster itu juga... Jadinya seperti ini kan." Kata ku mengingat pertarungan besar beberapa hari yang lalu. Anehnya, aku tidak merasakan sakit karena mengingat Bagas lagi.
"Saat itu Nana juga sangat nyenyak kan." Sambung ku sambil menatap wajah mungil Nana yang masih tertidur pulas.
"Sudah jujur saja. Kau sebenarnya suka dengan Nana kan?" Ucap Rama yang lagi-lagi manggoda ku.
"Sudah cukup!" Ucap ku kesal.
"Eh? Ray kau sudah sadar ya?" Ucap Nana yang baru bangun dengan senyum kecil.
"Selamat pagi." Sahut ku membalas senyumannya.
"Eh?! Sudah pagi?!" Sambung Nana yang terlihat panik dan melihat ke jendela.
"Aku bercanda... Oh iya, ngomong-ngomong kenapa aku menggunakan penutup mata?" Tanyaku pada Rama dan Nana.
Seketika mereka terdiam dan membuat suasana menjadi hening.
"Hey. Jawab dong! Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanyaku kembali.
"Lihat saja di layar status!" Jawab Rama dengan memalingkan wajahnya.
"Layar status?" Ucapku yang langsung membuka status ku dan terkejut melihat status yang ada di sana.
[Kekuatan mata Iblis. (Tersegel)]
"Kekuatan mata Iblis?..." Ucap ku dan membuat kedua temanku itu terdiam dan menunjukan ekspresi yang paling tidak ingin ku lihat.
"Kenapa ekspresi kalian seperti menyesal pada sesuatu?" Tanya ku.
"Hah... Huuh... Ray. Seperti yang kau lihat... Di layar status mu terdapat status kekuatan Mata Iblis. Namun, tadi saat kau mendapatkannya, kau menjadi kehilangan kendali dan mengamuk sehingga kami harus menggunakan segel pada mata kanan mu tersebut." Jelas Rama yang lantas membuat ku terdiam.
"M-maaf Ray. Kau jadi tidak bisa membuka mata kanan mu karena aku." Ucap Nana menyesal.
"Bukan masalah itu yang membuatku kesal... Tadi kau bilang, aku mengamuk?" Ucap ku yang membuat Rama dan Nana terdiam kemudian Rama mengangguk meng-iya-kan pertanyaan ku tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Calibur Rising
ActionPada tahun 2024 telah muncul sebuah teknologi AR yang di ciptakan oleh perusahaan milik *****. di dalam teknologi tersebut terdapat sebuah permainan VRMMO bernama Calibur Rising. Pada saat Calibur Rising versi Beta rilis, Ray dan temannya langsung m...
