Ucapan pangeran Hung yang sangat jelas mengklarifikasi segala rumor yang menyangkut pautkannya dengan perasaan putri Fahrani padanya dengan penolakan, sangat cukup membuat beberapa orang terkejut dengan aksi nekatnya. Walaupun demikian, mereka tak mampu menyembunyikan tawa mereka akibat perkataan pangeran Hung yang menyindir langsung putri Fahrani dengan perkataannya yang menurut mereka benar.
Kaisar Huang yang ingin menengahi masalah yang baru saja di ciptakan putra keduanya karena berpikir akan mengakibatkan masalah yang cukup besar untuk kerajaan TangShi dan kerajaan TangXing lantas berdehem untuk mencairkan suasana yang nampak memanas antara pangeran Hung dan putri Fahrani.
Semua orang lantas terdiam karena kaisar Huang mulai mengambil alih. Walaupun demikian, putri Fahrani sudah sangat muak dengan olokan, ejekan, sindiran dan tertawaan banyak orang yang membuat telinga dan hatinya panas.
Putri Fahrani lantas berdiri dari duduknya. Raut wajahnya nampak tidak senang dengan apa yang pangeran Hung katakan. Bagi putri Fahrani penolakan pangeran Hung di depan banyak orang, serta penghinaannya jelas tak bisa di maafkan.
Putri Fahrani menatap pangeran Hung tajam. Ia tak akan melupakan hari dimana perasaannya hancur dan harga dirinya di injak di depan banyak orang hanya karena pria brengsek yang nyatanya pernah ia puja.
Putri Fahrani berdecih dalam hati serta merutuki kebodohannya yang selama ini mengangumi dan menyukai pria yang berhasil membuatnya berharap detik ini juga jiwa dan raganya ditelan bumi dan pada akhirnya ia hilang tanpa kabar apapun. Namun nyatanya, ia masih berada disini. Ditempat yang sangat menyakitkan dengan hunusan tatapan tajam dan mencemoh dari banyak orang hanya karena fisiknya berbeda dari kebanyakan wanita diluar sana.
Putri Fahrani lantas memutuskan tatapan tajam dan membunuh yang ia lemparkan untuk pangeran Hung. Ia lantas mengalihkan tatapannya pada kaisar Huang. Tanpa menunggu waktu yang lama. Putri Fahrani membungkuk sembilan puluh derajat sebagai tanda ia akan pamit undur diri dari acara.
"Yang mulia kaisar Huang dan permaisuri Jie. Putri ini harus pamit pulang, putri ini mendoakan semoga yang mulia tetap dikaruniai kesehatan dan panjang umur" ungkap putri Fahrani yang membuat semua orang paham jika suasana hati putri Fahrani sedang buruk. Walaupun ada beberapa yang berbisik dan mencibir bahwa ia pergi karena tak sanggup lagi menahan malu dan penghinaan.
Semua yang mereka katakan dan pikirkan memang benar. Walaupun tubuhnya besar dan nampak kuat dibanding gadis lain yang gemulai dan lemah lembut. Nyatanya putri Fahrani juga gadis yang lemah dan rapuh seperti mereka.
"Acara bahkan belum selesai, mengapa putri kerajaan TangXing begitu terburu - buru?" tanya kaisar Huang berusaha menahan putri Fahrani
"Apa yang dikatakan yang mulia benar. Tinggal-lah lebih lama lagi putri Fahrani, ada banyak hiburan lagi yang akan ditampilkan kerajaan TangShi" tambah permaisuri Jie turut andil angkat bicara guna membujuk putri kerajaan TangXing
Putri Fahrani yang mulai tak tahan lantas tertawa mengejek "tinggal disini?" Beo putri Fahrani yang tak mampu lagi menahan emosinya yang telah mencapai ubun - ubun
"Yang benar saja! Apakah yang mulia kaisar Huang dan permaisuri Jie bermaksud membuat putri ini kembali menjadi bahan lolucon, cemohan dan ejekan setelah dipermalukan putra anda? Jika kalian berpikir demikian. Maka putri ini tekankan bahwa putri ini tak sebodoh itu!" Tekan putri Fahrani
"Atau ah.. mungkinkah kalian berpikir dengan kejadian hari ini kalian berusaha membujuk putri ini agar masalah tidak menjadi besar?" Tanya putri Fahrani lagi dengan nada mengejek.
Kaisar Huang dan permaisuri Jie jelas merasa tidak senang dengan sikap arogan putri Fahrani. Wajah kaisar Huang dan permaisuri Jie bahkan mulai menunjukan ketidak sukaan dengan perkataan putri Fahrani yang sangat menohok dan mengena sasaran. Saat kaisar Huang dan permaisuri Jie ingin membantah, putri Fahrani lebih dulu memotong kalimat yang hendak mereka lontarkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Perfect Empress [END]
Historical FictionSemua orang beranggapan, ia hanyalah beruntung terlahir dari keluarga kerjaan TangXin. Tak ada yang bisa di banggakan dari sosoknya, sikap arogan dan sombongnya, tubuh gendut dan riasan menor yang selalu ia poles pada wajah bulatnya membuat usianya...
![My Perfect Empress [END]](https://img.wattpad.com/cover/211095047-64-k694408.jpg)