Di istana barat, tepatnya di pavilium Yue. Putri Fahrani sedari tadi hanya membaringkan dirinya sambil menatap langit - langit kamarnya. Penolakan pangeran Hung terus terbayang dalam memori ingatannya dan hal itu membuatnya merasakan ada ribuan pisau tak kasat mata yang menikam jantung dan hatinya secara bersamaan.
'Ben Wang tidak akan pernah menyukai wanita jelek, gendut dan yang berdandan dengan riasan yang sangat tebal'
'Seharusnya kau sadar diri jika wanita jelek sepertimu sama sekali tak sebanding dan bisa bersanding dengan Ben Wang'
Perkataannya yang begitu menyakitkan terus berputar, hingga pada akhirnya ia kembali menangisi nasibnya yang nampak begitu malang.
Dulu ia pikir, dengan harta dan kekuasaan yang dimiliki Ayahandanya bersama dengan kerajaan TangXing yang mendukungnya dari belakang, ia bisa mendapatkan semua yang ia inginkan. Namun semua yang ia miliki nampaknya tak berarti, pria yang ia puja dan suka tak balik membalas perasaannya.
Jangankan mendapat yang ia inginkan dan dambakan, malah yang ia dapatkan justrul penghinaan dan rasa malu. Usahanya selama 2 tahun mengejar pangeran Hung berbuahkan hasil yang menyakitkan. Fisiknya kembali di gunjingkan, dicela, dan dihujat di depan banyak orang yang menertawakannya. Mereka tertawa kencang tak peduli dengan statusnya yang lebih tinggi dari mereka.
Putri Fahrani beranjak bangun dari rebahannya, ia lantas mendudukan dirinya di pinggir peraduan. Tak berselang berapa lama ia beranjak bangun menuju sebuah cermin besar setinggi tubuhnya yang berada dekat pintu masuk permandian.
Putri Fahrani berdiri dihadapan cermin. Ia lantas melihat pantulan bayangan dirinya yang nampak sangat gemuk, dan kulitnya kecoklatan dan nampak dekil. Melihat pantulan wajahnya, ia tersenyum miris. Air matanya kembali luruh, padahal ia sudah berusaha agar tidak menagis lagi.
Nyatanya rasa sakit yang ia rasakan sangat perih. Rasa sakit yang ia rasakan bahkan mengalahkan luka yang nampak. Seharusnya ia tau jika ia menyukai seorang pemuda di usianya yang masih 14 tahun, ia harus siap dengan segala kemungkinan dan salah satunya adalah sakit hati. Walaupun ia selalu meyakinkan dirinya bahwa siap menghadapi rasa sakit itu, tapi siapa sangka jika sakitnya akan seperti ini?
"Berhentilah menangis Fahrani! Kau nampak sangat menyedihkan!" Tegas putri Fahrani pada pantulan bayangan dirinya yang berada di cermin
Tapi hidupku memang sangat menyedihkan!
Selama 14 tahun hidupnya, ia salalu diliputi rasa bersalah. Penderitaan atas pilihan takdir akan kematian Ibundanya karenanya, juga kebencian putra mahkota Fu sudah cukup membuatnya terpukul. Jika ia bisa melalu sejala cela, hujatan dan makian semua orang karena fisiknya, rasa bersalah dan penderitaan panjang yang ia rasakan masih sangat sulit ia lalu.
Semakin hari kebencian putra mahkota padanya semakin besar, bahkan sejak ia masih kecil putra mahkota Fu memanggilnya sebagai seorang pembunuh, bukan seorang 'mei - mei'. Sampai detik inipun putri Fahrani tahu jika pandangan putra mahkota Fu padanya masih tetap sama, dimatanya ia masih seorang pembunuh.
.
.
.
Putra mahkota Fu tiba di pavilium Yue, didepan pintu kamar saudarinya itu telah berdiri kaisar Zhao dan putri LiangYi yang terus membujuk. Entah apa yang gadis itu lakukan didalam sana sehingga tak mendengar segala perkataan, bujukan dan rayuan yang dilontarkan oleh kaisar Zhao dan putri LiangYi yang merupakan bibinya.
"Gege, adikmu ini tak mendengar pergerakan apapun didalam!" Kata putri LiangYi saat menempelkan salah satu telinganya pada pintu kamar putri Fahrani yang tertutup sangat rapat.
"Apakah mungkin putri Fahrani sudah --"
"Berhenti mengatakan hal yang aneh dan buruk!" Potong kaisar Zhao cepat.
"Putri Fahrani tidak akan mengakhiri hidupnya hanya karena penghinaan yang ia dapatkan, ia sudah melewati banyak penderitaan dengan hujatan dan celaan banyak orang karena fisiknya. Selama ini ia masih berdiri dengan kokoh dibawah kalimat pedas dan sarkas yang menyayat hati, bahkan ia masih bertahan dibawa tekanan rasa bersalah serta penyesalan dan kebencian putra mahkota" tambah kaisar Zhao yang sangat percaya putrinya adalah gadis yang kuat dan juga hebat.
Perkataan kaisar Zhao sangat menohok hati putra mahkota Fu. Apa yang Ayahandanya katakan adalah hal yang benar. Walaupun fisik putri Fahrani dikatakan buruk rupa karena bertubuh gendut dan kulitnya nampak dekil bak rakyat jelata, satu hal yang membuatnya kagum adalah semangat dan kegigihannya. Ia tak mudah menyerah walaupun ada banyak orang yang berusahan menjatuhkannya, menekannya hingga titik kepercayaan dirinya jatuh kedasar. Namun putri Fahrani masih bisa bangkit, dan akan terus bangkit. Tak peduli berapa banyak orang yang tidak menyukai ataupun membencinya, tak peduli ada banyak rintangan yang akan menghadangnya. Ia terap semagat dan gigih untuk terus berusaha dan pantang menyerah meraih apa yang ia inginkan.
Lamunan putra mahkota Fu yang sampai saat ini tak disadari keberadaannya oleh kaisar Zhao ataupun putri LiangYi buyar saat putri LiangYi berkata -- "Tapi gege, adikmu ini bersumpah tak mendengar apapun didalam! Apakah Fahrani'er punya prajurit khusus yang anda perintahkan? Mengapa ia tak becus dalam bekerja! Putri Fahrani tak melakukan pergerakan apapun di dalam" ucap putri LiangYi khawatir.
Tak berselang berapa lama seorang prajurit berpakaian hitam dengan pinggiran bajunya terdapat sulaman benang perak dengan pola naga kecil menyita perhatian ketiganya. Prajurit yang kini menghadap mereka merupakan prajurit khusus kerajaan TangXing yang mana semua prajurit khusus memiliki kemampuan bela diri dan bakat bawaan di atas rata - rata.
"Lapor yang mulia, yang mulia putri Fahrani tidak sadarkan diri didalam kamarnya"
"Apa?" Putri LiangYi terkejut dengan laporan prajurit itu ia lalu dengan keras memukul pintu kamar putri Fahrani dan terus berteriak memanggil sang pemilik kamar.
Kaisar Zhao lantas memanggil beberapa prajurit untuk masuk dan mendobrak pintu kayu nan kokoh di hadapannya. Terlepas dari kecemasan, kepanikan dan kekhawatiran semua orang. Juga terlepas dari rasa kagum putra mahkota Fu yang sempat ada. Nyatanya gadis yang kini terbaring di atas permukaan lantai yang dingin setelah pintu berhasil di dobrak, gadis itu masih saja menyusahkan!
.
.
.
.
.
TBC
Kamis 16 Januari 2020
KAMU SEDANG MEMBACA
My Perfect Empress [END]
Historical FictionSemua orang beranggapan, ia hanyalah beruntung terlahir dari keluarga kerjaan TangXin. Tak ada yang bisa di banggakan dari sosoknya, sikap arogan dan sombongnya, tubuh gendut dan riasan menor yang selalu ia poles pada wajah bulatnya membuat usianya...
![My Perfect Empress [END]](https://img.wattpad.com/cover/211095047-64-k694408.jpg)